Jakarta, Nusantara Daily - Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat terus menunjukkan pelemahan dalam satu bulan terakhir. Pada 9 Mei 2026, kurs rupiah masih berada di level Rp 17.339,30 per dollar AS. Namun, sejak saat itu, rupiah terus tertekan dan menembus level psikologis baru.
Perkembangan Kurs Rupiah
Pada 21 Mei 2026, rupiah melemah ke Rp 17.692,00 per dollar AS. Pelemahan berlanjut pada 28 Mei 2026, di mana rupiah menyentuh angka Rp 17.840,00 per dollar AS. Memasuki bulan Juni, tekanan terhadap rupiah semakin kuat. Pada 3 Juni 2026, kurs rupiah tercatat di Rp 18.004,20 per dollar AS, menembus level Rp 18.000 untuk pertama kalinya dalam periode tersebut.
Dua hari kemudian, pada 5 Juni 2026, rupiah kembali melemah ke Rp 18.088,90 per dollar AS. Puncaknya, pada 8 Juni 2026, rupiah mencapai titik terlemahnya dalam sebulan terakhir, yaitu Rp 18.188 per dollar AS. Data ini menunjukkan tren pelemahan yang konsisten selama lebih dari 30 hari.
Faktor Pelemahan
Pelemahan rupiah ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik eksternal maupun internal. Secara eksternal, penguatan dollar AS di pasar global menjadi salah satu pemicu utama. Sementara itu, faktor internal seperti ketidakpastian ekonomi dan kebijakan moneter juga turut memberikan tekanan pada nilai tukar rupiah.
Para analis memperkirakan bahwa pelemahan rupiah masih berpotensi berlanjut dalam waktu dekat, tergantung pada perkembangan ekonomi global dan kebijakan Bank Indonesia. Masyarakat dan pelaku usaha diimbau untuk waspada terhadap fluktuasi kurs yang dapat mempengaruhi harga barang dan biaya impor.



