Gedung 9 Lantai Runtuh di Filipina, Puluhan Terjebak
Gedung 9 Lantai Runtuh di Filipina, Puluhan Terjebak

Manila - Sebuah gedung sembilan lantai di Angeles City, Filipina, runtuh pada Minggu pagi waktu setempat, menyebabkan puluhan orang diperkirakan terjebak di bawah reruntuhan. Peristiwa ini mengguncang kawasan tersebut dan memicu operasi pencarian serta penyelamatan besar-besaran.

Kronologi dan Jumlah Korban

Menurut laporan dari petugas informasi Kota Angeles, Jay Pelayo, yang disiarkan melalui radio lokal DZBB, delapan orang berhasil diselamatkan dari sekitar lokasi kejadian. Sementara itu, 11 orang lainnya, termasuk mandor proyek, berhasil menyelamatkan diri. Namun, masih ada beberapa orang yang dilaporkan hilang berdasarkan informasi dari mandor proyek. Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung untuk menemukan korban yang mungkin masih terjebak.

Penyebab Runtuh Masih Diselidiki

Hingga saat ini, penyebab runtuhnya bangunan tersebut belum diketahui secara pasti. Insinyur kota akan meninjau riwayat konstruksi gedung untuk mencari tahu faktor penyebabnya. Pelayo menyatakan bahwa penilaian masih belum selesai dan sistem komando terpadu sedang mengerjakannya. "Masih terlalu dini untuk menentukan penyebab runtuhnya bangunan, yang masih dalam tahap evaluasi," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tantangan dalam Penyelamatan

Proses penyelamatan diperkirakan akan sulit karena struktur bangunan terbuat dari beton. Foto-foto yang dibagikan oleh Kantor Informasi Angeles menunjukkan bahwa bangunan tersebut telah berubah menjadi tumpukan beton dan logam bengkok yang tertutup jaring hijau. Kondisi ini membuat upaya evakuasi memerlukan alat berat dan kehati-hatian ekstra.

Dampak pada Jaringan Listrik

Runtuhnya gedung juga berdampak pada jaringan listrik di sekitar lokasi. Pelayo meminta warga untuk mematuhi instruksi petugas demi kelancaran operasi penyelamatan. "Jaringan listrik terkena dampak dan saat ini sedang diamankan. Kami meminta warga di daerah tersebut untuk bekerja sama dengan pihak berwenang agar operasi penyelamatan bagi mereka yang terjebak tidak tertunda, dan tidak ada orang lain yang berisiko," tegasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga