Semarang – Sebuah kisah inspiratif datang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Seorang mahasiswi bernama Anita, yang berasal dari keluarga petani dengan pendidikan ayah hanya lulusan Sekolah Dasar (SD), berhasil meraih predikat wisudawan terbaik pada sidang senat terbuka wisuda periode ke-XX tahun 2026.
Perjuangan Anita
Anita, yang merupakan lulusan Program Studi Pendidikan Agama Islam, berhasil menyelesaikan studinya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98. Prestasi ini diraihnya berkat kerja keras dan dukungan orang tua yang tak kenal lelah.
“Ayah saya hanya lulusan SD, tapi beliau selalu bilang, pendidikan adalah jalan terbaik untuk mengubah nasib. Saya ingin membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah halangan untuk berprestasi,” ujar Anita saat ditemui setelah prosesi wisuda.
Dukungan Keluarga
Meski hidup dalam keterbatasan, keluarga Anita selalu memberikan dukungan penuh. Sang ayah, yang sehari-hari bekerja sebagai petani, dan ibu yang membantu mengurus rumah tangga, tidak pernah mengeluh untuk membiayai pendidikan anak-anaknya.
“Saya sangat bersyukur memiliki orang tua yang selalu mendukung. Mereka bekerja keras agar saya bisa kuliah. Ini adalah hadiah untuk mereka,” tambah Anita dengan mata berkaca-kaca.
Kegiatan Selama Kuliah
Selama menjadi mahasiswa, Anita tidak hanya fokus pada akademik. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi kampus dan kegiatan sosial. Ia pernah menjadi ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kajian Islam dan juga sering menjadi relawan pengajar di daerah terpencil.
“Saya ingin memberikan manfaat bagi orang lain, sama seperti orang tua saya yang selalu mengajarkan untuk berbagi,” jelasnya.
Harapan ke Depan
Setelah lulus, Anita berencana untuk melanjutkan studi ke jenjang magister dan bercita-cita menjadi dosen. Ia ingin menginspirasi lebih banyak anak muda dari keluarga kurang mampu untuk terus bermimpi dan berjuang.
“Jangan pernah menyerah. Keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya. Dengan kerja keras dan doa, semua pasti bisa,” pesan Anita.
Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. H. Imam Taufiq, M.Ag., dalam sambutannya mengapresiasi pencapaian Anita. Ia menegaskan bahwa kampusnya selalu mendukung mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk berprestasi.
“Kisah Anita adalah bukti bahwa pendidikan mampu mengubah kehidupan. Kami bangga memiliki mahasiswa seperti Anita yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” ujar Rektor.
Kisah Anita diharapkan dapat menjadi motivasi bagi banyak orang, terutama mereka yang berasal dari keluarga sederhana, untuk terus berjuang meraih mimpi melalui pendidikan.



