Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, mengalami penurunan signifikan hingga 60 persen pada periode Januari hingga Mei 2026 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kecamatan Kembangan dikenal sebagai lokasi pertama yang menjadi tempat uji coba penyebaran nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia, yang bertujuan untuk melawan nyamuk pembawa virus penyebab DBD.
Data Penurunan Kasus DBD
Kepala Suku Dinas Kesehatan (Kasudinkes) Jakarta Barat, Sahruna, menjelaskan bahwa pada Januari hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 89 kasus DBD di Kecamatan Kembangan. Jumlah ini menurun drastis dibandingkan dengan 227 kasus pada periode yang sama di tahun 2025, dan 377 kasus pada tahun 2024.
Peran Metode Wolbachia
Menurut Sahruna, selain upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang telah dilakukan secara masif, penerapan metode Wolbachia menjadi faktor penting dalam penurunan kasus DBD di Kembangan. "Selain upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang telah masif dilaksanakan, penerapan metode Wolbachia menjadi faktor penting terhadap turunnya kasus DBD di Kembangan," tutur Sahruna pada Selasa (9/6) dikutip dari laman Pemprov DKI, beritajakarta.go.id.
Latar Belakang Program Wolbachia
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pertama kali meluncurkan program penanggulangan DBD melalui nyamuk ber-Wolbachia di wilayah RW 07 Kembangan Utara pada Oktober 2024. Kecamatan Kembangan dipilih sebagai lokasi pertama pelepasan nyamuk ber-Wolbachia karena memiliki angka kasus DBD tertinggi pada tahun 2023, dengan Incidence Rate (IR) sebesar 54,1 per 100.000 penduduk.
Wilayah Uji Coba Lainnya
Selain di Kembangan Utara, program Wolbachia juga diuji coba di beberapa wilayah lain, yaitu Kembangan Selatan, Meruya Utara, Meruya Selatan, Joglo, dan Srengseng. Hasilnya, penurunan kasus yang terjadi pada periode Januari hingga Mei 2026 berdampak pada penilaian IR kasus DBD Kecamatan Kembangan yang mengalami penurunan, sehingga kini berada di peringkat ketujuh se-Jakarta Barat.
Data Terkini Bulan Juni
Hingga 7 Juni 2026, tercatat baru ada tiga kasus DBD di Kecamatan Kembangan. Sebagai perbandingan, pada bulan Juni 2025 terdapat 49 kasus DBD. Hal ini menunjukkan efektivitas program Wolbachia dalam menekan angka kasus DBD di wilayah tersebut.



