KPK Sita Rp 2 Miliar dari OTT Bupati Muara Enim, Eddy Tersangka
KPK Sita Rp 2 Miliar dari OTT Bupati Muara Enim

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai sebesar Rp 2 miliar dari hasil operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Muara Enim, Edison. Barang bukti yang diamankan terdiri dari mata uang rupiah, dolar Amerika Serikat, dan riyal Arab Saudi.

Kronologi Pengungkapan

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa tim penyidik mengamankan sejumlah barang bukti dalam OTT tersebut. "Tim juga mengamankan barang bukti di antaranya uang dalam bentuk tunai rupiah, dolar, kemudian riyal," ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Selasa, 9 Juni 2026.

Selain uang tunai, penyidik juga menyita saldo dalam beberapa rekening yang diduga terkait dengan penerimaan yang diperoleh Bupati Edison. "Dan juga ada sejumlah saldo dalam rekening. Karena memang beberapa rekening ini diduga digunakan sebagai penampungan terkait dengan dugaan penerimaan yang dilakukan oleh para oknum di Pemerintah Kabupaten Muara Enim dari para pihak swasta, sehingga dilakukan pengamanan terhadap saldo-saldo dalam rekening tersebut," jelas Budi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Total sekitar hampir 2 miliar yang diamankan oleh tim dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan ini," imbuhnya.

Penetapan Tersangka

KPK telah menetapkan Bupati Muara Enim Edison sebagai tersangka dalam kasus pengadaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim. Penetapan ini dilakukan setelah KPK menggelar perkara. Bupati Edison diduga menerima sejumlah uang dari proyek pengadaan di dinas tersebut.

"Benar, salah satunya adalah Bupati," tegas Budi.

Selain Edison, terdapat tiga pihak lain yang juga ditetapkan sebagai tersangka. Namun, Budi belum merinci identitas mereka. Ia hanya menyebutkan bahwa para tersangka terdiri dari penyelenggara negara dan pihak swasta. "Dari 4 pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, ada dari sisi PN (Penyelenggara Negara), ada juga dari sisi swasta," ungkap Budi.

KPK terus mendalami kasus ini dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru. Operasi tangkap tangan ini merupakan bagian dari upaya pemberantasan korupsi di daerah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga