Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penculikan pasukan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotila (GSF) ke Gaza, Palestina, dijadwalkan tiba di Indonesia pada Minggu (24/5) sore ini. Mereka mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, sekitar pukul 16.00 WIB.
Kepulangan Setelah Dibebaskan
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Yvonne Mewengkang mengonfirmasi rencana kepulangan tersebut. "Rencana Minggu sore tiba," ujarnya kepada CNNIndonesia.com pada Jumat (21/5). Menurut Yvonne, para WNI bertolak dari Turki setelah dibebaskan oleh Israel pada Kamis (20/5).
Proses Pemeriksaan Sebelum Pulang
Duta Besar RI untuk Turki, Rizal Achmad Purnomo, menjelaskan bahwa kesembilan WNI menjalani proses pemeriksaan terlebih dahulu, meliputi kesehatan, visum, dan testimoni sebelum dipulangkan. "Mereka akan menyelesaikan proses administrasi dan akan segera dipulangkan jika seluruh proses selesai," kata Rizal.
Daftar 9 WNI yang Diculik
- Bambang Noroyono (jurnalis Republika)
- Thoudy Badai (jurnalis Republika)
- Andre Prasetyo Nugroho (jurnalis Tempo TV)
- Rahendro Herubowo (tim media GPCI)
- Andi Angga Prasadewa (Rumah Zakat)
- Herman Budianto Sudarno (Dompet Dhuafa)
- Ronggo Wirosanu (Dompet Dhuafa)
- Hendro Prasetyo (GPCI)
- Asad Aras Muhammad (GPCI)
Penyiksaan Selama Ditahan
Selama dalam tahanan, para WNI mengalami berbagai bentuk penyiksaan, mulai dari pemukulan hingga setrum oleh pasukan Israel. Mereka ditangkap bersama lebih dari 300 delegasi dari 45 negara di perairan Mediterania saat hendak berlayar menuju Gaza.
Kedatangan mereka disambut oleh keluarga dan perwakilan pemerintah. Peristiwa ini menjadi sorotan internasional terkait pelanggaran hak asasi manusia oleh Israel.



