Sebuah helikopter tempur Apache milik Amerika Serikat jatuh di dekat Selat Hormuz, wilayah yang dikuasai Iran. Dua pilot berhasil diselamatkan, dan Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa mereka dalam kondisi baik.
Laporan jatuhnya helikopter militer AS ini, sebagaimana dikutip dari Anadolu Agency dan Reuters pada Selasa (9/6/2026), disampaikan oleh New York Times (NYT) yang merujuk pada sejumlah sumber. Hingga saat ini, penyebab pasti jatuhnya helikopter tersebut belum diketahui secara jelas. Belum dapat dipastikan apakah helikopter tempur itu terkena tembakan dari Iran, mengalami kerusakan mesin, atau masalah teknis lainnya.
Tanggapan Gedung Putih dan Trump
Gedung Putih, Departemen Luar Negeri AS, dan Komando Pusat AS (CENTCOM) yang mengawasi operasi militer di Timur Tengah belum memberikan tanggapan resmi. Namun, pada Selasa pagi, Trump menyampaikan bahwa kedua pilot dalam keadaan baik. “Para pilot baik-baik saja, tidak ada yang terluka,” ujarnya kepada wartawan di Bandara Internasional John F Kennedy sebelum kembali ke Washington. Saat ditanya lebih lanjut mengenai penyebab kecelakaan, Trump hanya menyatakan akan merilis laporan keesokan harinya.
Ketegangan di Kawasan Selat Hormuz
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut. Israel dan Iran baru saja saling melancarkan serangan militer sebelum akhirnya berhenti, menyoroti rapuhnya gencatan senjata yang berlaku sejak awal April. Trump menyebut negosiasi dengan Iran sedang berlangsung dan kedua pihak “sangat dekat untuk mencapai kesepakatan yang sangat baik, kuat, dan menguntungkan”.
Militer AS telah mengerahkan helikopter Apache, drone pengintai bersenjata MQ-9 Reaper, serta jet tempur F/A-18 dan F-35 dalam operasi CENTCOM yang agresif untuk mencegah Iran menutup Selat Hormuz, yang dapat mengganggu pelayaran komersial global. Sejak perang dimulai pada 28 Februari lalu, Iran dilaporkan telah menembak jatuh sekitar 30 drone Reaper, dan beberapa jet tempur AS hilang akibat tembakan musuh maupun tembakan kawan. Namun, insiden ini menandai pertama kalinya helikopter Apache hilang dalam konflik tersebut.



