Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin (8/6) menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) bertanggung jawab penuh atas konsekuensi setiap eskalasi di Timur Tengah. Juru bicara Kemlu Iran menegaskan bahwa tindakan Israel tidak dapat dipisahkan dari kebijakan AS, dan AS memikul tanggung jawab langsung atas pelanggaran gencatan senjata terbaru. Iran juga menyerang Badan Energi Atom Internasional (IAEA), menuduhnya mengabaikan realitas konflik dan bersikap bias secara politik.
Serangan Baru Israel dan Peringatan Trump
Serangan Israel terhadap Iran terjadi meskipun Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menahan diri. Trump mengklaim bahwa dirinyalah yang menentukan segalanya, bukan Netanyahu, dan permusuhan yang kembali pecah tidak akan berdampak pada kesepakatan damai. Seorang pejabat senior AS mengatakan Trump mendesak Netanyahu untuk tidak segera membalas serangan rudal Iran, yang diluncurkan sebagai respons atas serangan Israel di Beirut.
Para mediator dari Mesir, Arab Saudi, Turki, Pakistan, dan Qatar merasa marah atas serangan Israel di Beirut, yang terjadi saat menteri dalam negeri Pakistan berada di Teheran untuk mendorong negosiasi. Mereka melaporkan kepada pemerintahan AS bahwa serangan itu dirancang untuk mengganggu upaya mencapai kesepakatan, dan mendesak Trump menghentikan manuver Netanyahu.
Iran Ancam Respons Lebih Keras
Seorang pejabat militer Israel mengklaim bahwa Iran telah menembakkan hampir 30 rudal balistik ke Israel sejak permusuhan kembali memanas pada Minggu. Pemberontak Houthi dari Yaman juga menembakkan dua rudal ke Israel dalam serangan terpisah. Iran menyatakan bahwa mereka meluncurkan dua gelombang rudal sebagai respons atas serangan udara Israel di Beirut. Militer Iran menghentikan operasi ofensif setelah sehari penuh saling serang, namun memperingatkan bahwa langkah lebih berat akan menyusul jika Israel atau sekutunya melakukan agresi lebih lanjut.
Klaim Lebanon dan Seruan Trump
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mengklaim Israel telah melakukan hampir 3.500 serangan udara dan ratusan ledakan terkontrol sejak gencatan senjata pada April. Militer Israel belum menanggapi angka tersebut. Sementara itu, Presiden Trump menuntut penghentian segera permusuhan, menulis di media sosial bahwa Israel dan Iran harus berhenti menembak. Ia menegaskan bahwa negosiasi perdamaian sedang berlangsung dan tidak boleh digagalkan oleh kebodohan.
Seorang pejabat Israel mengatakan bahwa Kepala IDF Eyal Zamir telah berkomunikasi dengan kepala CENTCOM AS dua kali dalam 24 jam terakhir untuk membahas situasi. Israel tampaknya mengabaikan permintaan Washington untuk tidak melancarkan serangan balasan terhadap Iran.



