Seorang pria bernama Nasire Best (21) melepas tembakan di dekat Gedung Putih, Amerika Serikat. Best ternyata pernah ditangkap Dinas Rahasia AS pada Juli 2025 karena mencoba masuk ke Gedung Putih dan kemudian dikirim ke bangsal psikiatri untuk perawatan kesehatan mental.
Best tewas ditembak di area Gedung Putih setelah melepaskan tembakan pada Sabtu (23/5) waktu setempat. Presiden AS Donald Trump berada di Gedung Putih saat insiden terjadi, namun dilaporkan tidak terpengaruh.
Kronologi Penembakan
Kepala Komunikasi Dinas Rahasia AS, Anthony Guglielmi, menyatakan peristiwa terjadi tepat setelah pukul 18.00 waktu setempat. Seorang pria di dekat perimeter keamanan Gedung Putih mengeluarkan senjata dari tasnya dan mulai menembak. Polisi Dinas Rahasia membalas tembakan dan mengenai tersangka yang kemudian dibawa ke rumah sakit setempat dan dinyatakan meninggal dunia. Selama penembakan, seorang warga sipil juga terkena tembakan.
Korban dan Pelaku
Pelaku penembakan awalnya melepaskan tembakan ke arah petugas Secret Service di luar Gedung Putih pada Sabtu malam. Petugas membalas tembakan dan mengenai pelaku. Pelaku sempat dalam kondisi kritis saat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya meninggal. Secret Service mengonfirmasi satu warga sipil tertembak selama baku tembak. Otoritas belum mengidentifikasi pelaku maupun warga sipil yang terluka. Kondisi warga sipil belum diketahui. Tidak ada personel Secret Service yang terluka.
Jumlah Tembakan
Polisi dan pasukan keamanan memenuhi lokasi, menutup akses, sementara Garda Nasional menghalangi reporter. Seorang turis Kanada, Reid Adrian, mendengar sekitar 20 hingga 25 suara seperti kembang api yang ternyata tembakan. Sumber CBS News menyebut antara 15 hingga 30 tembakan dilepaskan selama insiden. Beberapa petugas Secret Service diperiksa di tempat, namun tidak dirawat di rumah sakit. Insiden terjadi di dekat persimpangan Pennsylvania Avenue dan 17th Street Northwest.



