Rusia melancarkan serangan rudal dan drone besar-besaran ke ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Minggu pagi, menewaskan empat orang. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi bahwa Rusia menggunakan rudal hipersonik canggih Oreshnik dalam serangan tersebut.
Serangan Dahsyat di Kyiv
Dilansir dari AFP, Minggu (24/5/2026), serangan ini terjadi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan membalas serangan Ukraina di wilayah yang diduduki Rusia. Beberapa ledakan keras terdengar di ibu kota Ukraina sepanjang dini hari.
Angkatan udara Ukraina melaporkan bahwa Rusia menggunakan 600 drone dan 90 rudal dalam serangan tersebut. Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengatakan dua orang tewas di ibu kota dan 56 lainnya luka-luka. Sementara itu, kepala wilayah Kyiv di sekitarnya melaporkan dua orang tewas dan sembilan luka-luka.
Rudal Oreshnik yang Mematikan
Pertahanan udara Ukraina berhasil mencegat 549 drone dan 55 rudal. Namun, Zelensky menyatakan bahwa Rusia menembakkan rudal hipersonik Oreshnik yang mampu membawa hulu ledak nuklir. "Tiga rudal Rusia menghantam fasilitas penyediaan air, sebuah pasar terbakar, puluhan bangunan tempat tinggal rusak, beberapa sekolah biasa, dan dia (Putin) meluncurkan 'Oreshnik'-nya ke Bila Tserkva (di Ukraina tengah)," tulis Zelensky di Telegram. "Mereka benar-benar gila," tambahnya.
Rudal Oreshnik dilaporkan dapat meluncur lebih dari 10 kali kecepatan suara. Hingga saat ini, belum ada teknologi yang mampu menghentikan rudal tersebut.
Dampak Serangan
Ledakan di ibu kota menyebabkan sebuah bangunan tempat tinggal di dekat distrik pemerintahan bergetar. Puluhan warga berlindung di stasiun metro bawah tanah di pusat kota. Warga diinstruksikan untuk tetap berada di tempat perlindungan. Pihak berwenang Ukraina dan Kedutaan Besar AS telah memperingatkan kemungkinan serangan besar-besaran di Kyiv setelah Rusia menyatakan akan 'menghukum' mereka yang bertanggung jawab atas serangan mematikan di bagian timur Ukraina yang dikuasai Rusia.
Klitschko mengatakan kerusakan terjadi di setiap distrik Kyiv. Serangan terhadap sebuah sekolah memicu kebakaran, dan serangan lain terhadap pusat bisnis menyebabkan orang-orang terjebak di tempat perlindungan. Pihak berwenang Ukraina juga melaporkan 11 orang luka-luka di wilayah Cherkasy dan tujuh orang di wilayah Dnipropetrovsk.



