Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa sebuah helikopter militer AS telah ditembak jatuh oleh Iran. Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan membalas serangan tersebut.
Kronologi Insiden
Dilansir dari AFP pada Rabu (10/6/2026), helikopter Apache yang jatuh merupakan pesawat berawak kedua yang dikonfirmasi Washington ditembak jatuh oleh Iran selama perang Timur Tengah. Sebelumnya, sebuah pesawat tempur F-15 hilang pada bulan April.
Jatuhnya pesawat ini dan kemungkinan tanggapan AS menjadi ancaman terbaru terhadap gencatan senjata yang telah berlangsung sejak 8 April. Saat ini, Amerika Serikat dan Iran masih berjuang untuk menegosiasikan akhir dari perang.
Pernyataan Trump
Dalam sebuah pernyataan, Trump mengatakan bahwa ia telah diberitahu bahwa tadi malam Iran menembak jatuh salah satu helikopter Apache milik AS yang sangat canggih saat berpatroli di Selat Hormuz. Meskipun tidak ada awak pesawat yang terluka, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat harus membalas serangan ini.
Spesifikasi Helikopter Apache
Helikopter Apache merupakan helikopter serang dengan dua awak yang dipersenjatai dengan senapan rantai 30mm dan dapat membawa berbagai senjata lain, termasuk rudal Hellfire.
Proses Penyelamatan
Komando Pusat AS (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas pasukan AS di Timur Tengah, sebelumnya mengatakan bahwa dua awak Apache berhasil diselamatkan oleh pasukan Amerika setelah helikopter mereka jatuh di dekat pantai Oman. Para prajurit diselamatkan dengan selamat dalam waktu sekitar dua jam dan berada dalam kondisi stabil. Komando juga menyebutkan bahwa drone permukaan angkatan laut membantu proses penyelamatan.
Insiden ini menambah ketegangan antara AS dan Iran di kawasan Selat Hormuz yang strategis.



