Dana MBG Tak Kunjung Cair, Ratusan SPPG di Aceh hingga Jateng Berhenti Operasi
Dana MBG Tak Cair, Ratusan SPPG di Aceh-Jateng Berhenti

Ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Aceh, Batam, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat, menghentikan layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak Senin, 8 Juni 2026. Penghentian ini disebabkan oleh belum cairnya dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) pusat ke rekening pengelola dapur.

Dampak di Banda Aceh

Di Banda Aceh, sebanyak 7 dari 37 SPPG berhenti beroperasi. Koordinator SPPG Wilayah Banda Aceh, Muhammad Reza, menjelaskan bahwa dana yang digunakan untuk operasional dapur telah habis, sementara dana pengganti yang biasanya dikirim secara berkala belum masuk. "Saldo dana belum dikirim, jadi dana utama yang dipakai untuk operasional dapur sudah tidak ada. Saat ini mereka masih menunggu top up dana dari BGN pusat," ujar Reza pada Senin (8/6).

Lebih dari 50 SPPG di Batam Berhenti

Di Batam, Kepulauan Riau, lebih dari 50 SPPG juga berhenti beroperasi dengan alasan yang sama. Koordinator MBG Wilayah Batam, Defri Fernaldi, menyatakan bahwa SPPG baru bisa beroperasi setelah anggaran dari APBN masuk ke virtual account (VA) SPPG. "SPPG dilarang beroperasi jika anggaran belum masuk dan dilarang menggunakan dana talangan dari mitra," tegasnya. Defri menambahkan bahwa SPPG yang belum mendapat anggaran akan mendapatkan top up pada hari yang sama dari tim keuangan dan KPPN, dan akan beroperasi kembali setelah dana masuk ke VA.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ratusan SPPG di NTB, Jateng, dan Jabar Terdampak

Di NTB, sebanyak 195 SPPG berhenti beroperasi sementara. Kepala BGN Regional NTB, Eko Prasetyo, memastikan kendala ini murni masalah teknis pencairan anggaran dari pusat. "Hari ini ada pencairan lagi, nanti berprogres, kami optimalkan semua," ujarnya. Di Solo, 20 SPPG tidak beroperasi, sementara di Brebes, 31 SPPG berhenti karena dana belum cair akibat keterlambatan dari pejabat pembuat komitmen (PPK), dan 19 SPPG lainnya terkena suspend. Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Brebes, Arya Dewa Nugroho, mengatakan total 50 dari 182 SPPG berhenti operasi. Kasus serupa juga terjadi di Majalengka dan Cirebon, Jawa Barat.

Penjelasan Kepala BGN

Kepala BGN, Nanik S Deyang, membantah adanya penghentian penyaluran dana MBG. Menurutnya, pencairan dana telah dilakukan sejak Jumat, 5 Juni, dan dilanjutkan pada awal pekan ini. "Sebagian dari hoaks. Semua sudah dicairkan dari mulai Jumat," kata Nanik usai pelantikannya di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (8/6). Ia menjelaskan bahwa proses pencairan berlangsung bertahap, dengan sebagian dana dicairkan pada Jumat dan sisanya pada Senin. Nanik juga melaporkan adanya pencairan anggaran sebesar Rp5 triliun pada hari yang sama. Ia menegaskan bahwa persoalan yang terjadi bersifat administratif dan teknis, bukan penghentian pendanaan program MBG. "Jadi tidak ada masalah, masalah teknis saja," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga