Depok - Unggahan viral mengenai pocong kembali membuat heboh warga Depok, Jawa Barat. Setelah dilakukan penelusuran, kabar tersebut dipastikan sebagai berita bohong atau hoax.
Kronologi Hoax Pocong di Sawangan
Informasi viral soal pocong pertama kali muncul di wilayah Pasir Putih, Sawangan, Depok, pada April lalu. Dalam foto yang beredar, seorang warga mengirimkan gambar penampakan pocong berdiri di depan pintu rumah warga di grup WhatsApp RT. Warga saling menginformasikan adanya penampakan pocong, dan kabar ini semakin heboh setelah disebut pocong juga berkeliling di Gang Nangka, Pasir Putih, Sawangan.
Pocong itu dikabarkan mendatangi warga hingga ada yang mengaku kesurupan. Menurut pengakuan warga, pocong tersebut meminta talinya dibuka. Polsek Bojongsari merespons dengan melakukan penyelidikan. Kapolsek Bojongsari Kompol Fauzan Thohari mengerahkan jajarannya dan pada Jumat (24/4) malam memastikan kabar tersebut hoax setelah mengecek lokasi bersama warga dan ketua RT setempat.
Pernyataan Polisi dan Wali Kota
"Kami sudah cek, bersama ketua RT setempat dan berita tersebut adalah hoax," ujar Kapolsek Bojongsari Kompol Fauzan Thohari. Ketua RT 04/RW 04 Kelurahan Pasir Putih juga menegaskan bahwa berita viral tersebut tidak benar. Wali Kota Depok Supian Suri bahkan membahas hoax ini dalam pidato upacara HUT ke-27 Kota Depok, Senin (27/4/2026). Ia bercanda bahwa pocong sudah tidak mungkin gentayangan karena semua sudut Depok sudah menjadi perumahan. "Tolong bantu kami untuk mengeliminir hoax di Kota Depok. Kemarin muncul hoax baru, bergentayangan pocong di Depok," ujar Supian. Ia juga menyebut cerita mistis lain seperti keranda terbang dan babi ngepet tidak ada di Depok.
Hoax Pocong Kembali Muncul di Tapos
Terbaru, hoax pocong kembali heboh di Depok. Kali ini, pocong disebut muncul dan duduk di teras rumah warga di Tapos, Depok. Foto viral menunjukkan sosok putih yang disebut pocong duduk di teras rumah di Jatijajar, Tapos, pada Sabtu (23/5) pukul 01.00 WIB di Jalan Al Ikhlas. Kapolsek Cimanggis Kompol Jupriono mengatakan pihaknya telah mengecek TKP dan warga menyebut itu hoax. "Menurut keterangan dari Bapak Ustaz Agus Salim, bahwa kejadian foto yang beredar di medsos bahwa pocong sudah ketangkep itu tidak benar atau hoax," ujar Jupriono. Foto tersebut merupakan editan dari foto warga yang sedang duduk menunggu waktu salat, lalu diedit menjadi pocong oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan berita bohong dan selalu melakukan klarifikasi terlebih dahulu.



