Kaca KRL Green Line Pecah Dilempar OTK, Penumpang Luka
Kaca KRL Green Line Pecah Dilempar OTK, Penumpang Luka

Jakarta - Kereta rel listrik (KRL) relasi Tanah Abang-Rangkasbitung menjadi sasaran tindak vandalisme berupa pelemparan. Akibatnya, kaca KRL Green Line tersebut pecah dan seorang penumpang mengalami luka-luka.

Kronologi Kejadian

Peristiwa terjadi pada Senin (8/6/2026) malam sekitar pukul 21.10 WIB. Saat itu, Commuter Line No.1790 melintas antara Stasiun Rawa Buntu dan Serpong. Tiba-tiba, seseorang yang tidak dikenal melemparkan benda keras ke arah kereta, menyebabkan kaca jendela pada kereta ke-4 dari depan pecah dan retak.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Indonesia (KCI), Karina Amanda, mengonfirmasi kejadian tersebut pada Selasa (9/6/2026). Ia menjelaskan bahwa aksi pelemparan ini termasuk tindakan vandalisme yang sangat merugikan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penumpang Terluka

Seorang penumpang yang berada di dekat jendela terkena serpihan kaca pecah. Tim KCI segera memberikan penanganan medis pertama, kemudian membawa korban ke Pos Kesehatan Stasiun Parung Panjang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Seorang penumpang lain merekam momen setelah kejadian. Dalam rekaman terlihat pecahan kaca berserakan di kursi penumpang. Kaca yang pecah sementara ditutup menggunakan tirai dan plester sebagai pengaman.

Upaya Pengamanan

Petugas satuan pengamanan (satpam) Stasiun Serpong segera menuju lokasi untuk menyisir area dan mencari pelaku. Namun, hingga saat ini pelaku pelemparan belum ditemukan. Petugas pengamanan kereta (PAM Walka) kemudian berjaga di sekitar jendela yang pecah untuk memastikan keselamatan penumpang. Kaca yang rusak akan diganti di Stasiun Parung Panjang oleh petugas perawatan sarana KRL.

Ancaman Hukum bagi Pelaku

Karina menegaskan bahwa tindakan vandalisme ini melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Pelaku dapat diancam pidana penjara paling lama 15 tahun sesuai Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Bab VII tentang kejahatan yang membahayakan keamanan umum.

KAI Commuter berharap peran aktif dari pemerintah setempat, pemuka masyarakat, dan orang tua untuk terus mengedukasi warga serta anak-anak agar tidak melakukan tindakan vandalisme seperti pelemparan ini. Keselamatan perjalanan kereta harus dijaga bersama.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga