Indonesia Peringkat Kedua Ketahanan Energi Global, Golkar: Hasil Kerja Keras Pemerintah
Indonesia Peringkat Kedua Ketahanan Energi Global

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI M. Sarmuji menyoroti pencapaian Indonesia yang menempati peringkat kedua sebagai negara paling kuat dalam menghadapi krisis energi global tahun 2026. Sarmuji menilai capaian ini merupakan hasil kerja keras dan cerdas pemerintah di tengah tekanan geopolitik akibat konflik Timur Tengah.

Posisi Indonesia dalam Krisis Energi Global

Berdasarkan riset JP Morgan Asset & Wealth Management dalam laporan berjudul 'Pandora's Box: The Global Energy Shock of 2026,' Indonesia berada di peringkat kedua dengan skor ketahanan energi 77 persen, hanya kalah dari Afrika Selatan yang mencapai 79 persen. Sarmuji menyebut capaian ini patut diapresiasi, terutama mengingat Indonesia merupakan negara net importir energi, khususnya minyak.

“Situasi global saat ini tidak mudah. Konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berdampak langsung pada rantai pasok energi dunia dan memicu ketidakpastian harga. Dalam konteks ini, posisi Indonesia yang relatif kuat bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan, melainkan hasil kerja keras dan cerdas dalam membaca situasi,” kata Sarmuji dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Struktur Energi Domestik yang Solid

Menurut Sarmuji, ketahanan Indonesia ditopang oleh struktur energi domestik yang solid. Sebanyak 77 persen kebutuhan energi nasional relatif terlindungi dengan komposisi batu bara sebesar 48 persen, gas 22 persen, serta energi terbarukan sebesar 7 persen. Kombinasi ini dinilai sebagai hasil kebijakan yang tepat antara pengelolaan sumber daya domestik dan strategi mitigasi risiko.

Meski demikian, Sekjen Partai Golkar tersebut mengingatkan bahwa situasi global masih sangat dinamis dan penuh ketidakpastian. Ia meminta pemerintah terus memperkuat bauran energi nasional, mempercepat pengembangan energi terbarukan, serta meningkatkan efisiensi dan ketahanan sektor energi secara menyeluruh.

“Capaian ini harus dijaga dan ditingkatkan. Ketahanan energi bukan hanya soal hari ini, tetapi juga kesiapan menghadapi masa depan yang penuh risiko. Pemerintah perlu terus bekerja keras dan cerdas agar Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga makin mandiri di sektor energi,” tuturnya.

Peringkat Negara dengan Ketahanan Energi Tertinggi

Berikut adalah peringkat negara dengan ketahanan energi tertinggi berdasarkan riset JP Morgan Asset & Wealth Management:

  1. Afrika Selatan - 79%
  2. Indonesia - 77%
  3. China - 76%
  4. Amerika Serikat - 70%
  5. Australia - 68%
  6. Swedia - 66%
  7. Pakistan - 65%
  8. Rumania - 64%
  9. Peru - 63%
  10. Kolombia - 60%

Dengan capaian ini, Indonesia berhasil menyusul Amerika Serikat yang berada di peringkat keempat. Sarmuji berharap pemerintah terus bekerja keras untuk mempertahankan dan meningkatkan posisi tersebut di masa mendatang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga