Rupiah Melemah, Dosen UGM Soroti Kenaikan Harga Pangan
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memicu kekhawatiran akan kenaikan harga pangan, seperti diungkapkan dosen UGM yang menyoroti dampaknya pada inflasi.
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memicu kekhawatiran akan kenaikan harga pangan, seperti diungkapkan dosen UGM yang menyoroti dampaknya pada inflasi.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp 16.902 berpotensi menekan sistem pangan nasional. Pakar UGM memperingatkan dampaknya pada stabilitas harga pangan dalam negeri.
Bank Indonesia merilis data harga pangan strategis per 25 Maret 2026, dengan cabai rawit merah mencapai Rp 104.050 per kilogram. Data ini mencakup berbagai komoditas seperti daging ayam, bawang, dan beras di tingkat pedagang eceran nasional.
Nilai tukar rupiah anjlok ke Rp 16.800-Rp 17.000 per dolar AS di bulan Ramadhan, dipicu ketegangan geopolitik Timur Tengah antara Israel dan Iran yang berdampak global.
Daftar belanja bersama dengan sinkronisasi real-time. Tanpa registrasi — langsung buka dan belanja bersama.
RekomendasiKenaikan harga minyak dunia melewati 100 dolar AS per barel diprediksi berdampak luas pada perekonomian Indonesia, termasuk energi, pangan, transportasi, dan APBN.
Bank Indonesia mengungkap inflasi DKI Jakarta naik 0,63% pada Februari 2026, didorong harga pangan dan emas, namun diprediksi normal kembali pada April.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali meraih penghargaan sebagai Tim Pengendali Inflasi Daerah terbaik nasional, menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat.
Unggahan media sosial mengungkap perekonomian Indonesia berubah saat Ramadhan dan Lebaran akibat peningkatan belanja, THR, dan promo, namun berpotensi memicu inflasi.
Mendagri Tito Karnavian menyatakan inflasi Januari 2026 masih terkendali meski di atas target. Ia mendorong pemda memperkuat logistik dan waspadai harga pangan untuk stabilitas ekonomi.
Daftar belanja bersama dengan sinkronisasi real-time. Tanpa registrasi — langsung buka dan belanja bersama.
RekomendasiPemerintah Provinsi Jawa Tengah mempertahankan prestasi sebagai Tim Pengendali Inflasi Daerah berkinerja terbaik di kawasan Jawa-Bali pada 2025, dengan inflasi Oktober tercatat 2,86% dan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,37%.