Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menegaskan bahwa Flyover Padang Lua merupakan solusi yang harus segera diwujudkan untuk mengatasi kemacetan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Dalam rapat koordinasi bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat dan sejumlah kepala daerah di Kantor BPJN Sumbar, Padang Timur, Kota Padang, Jumat (5/6/2026), Andre mendorong percepatan pembangunan flyover tersebut.
Dorongan Percepatan Pembangunan Flyover
Andre menekankan bahwa kemacetan di Padang Lua telah berlangsung puluhan tahun dan menghambat pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat. "Kita harus mencari solusi konkret. Puluhan tahun persoalan ini tidak selesai. Jangan sampai pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat terganggu hanya karena kemacetan di Padang Lua," ujar Andre yang juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI.
Menurutnya, kemacetan tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada arus logistik dan pertumbuhan ekonomi daerah. "Rakyat tidak butuh konten, rakyat butuh hasil nyata dari para pejabat," tegasnya.
Dukungan Berbagai Pihak
Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas II Padang Hendrialdi, Bupati Agam Benny Warlis, Bupati Solok Jon Firman Pandu, serta jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait. Andre mengungkapkan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kembali membuka peluang penganggaran pembangunan flyover setelah sebelumnya sempat tertunda. PT KAI sebagai pemilik lahan pasar pada prinsipnya telah menyatakan dukungan terhadap proyek ini.
Andre menekankan pentingnya mengutamakan kepentingan masyarakat Sumatera Barat secara keseluruhan. "Ada kepentingan yang lebih besar daripada kepentingan segelintir pihak. Kita tentu melindungi pedagang Pasar Padang Lua, tetapi kita juga harus memikirkan jutaan masyarakat yang setiap hari melintasi jalur ini," ujar Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) tersebut.
Klarifikasi Soal Relokasi Pasar
Andre meluruskan anggapan bahwa pembangunan flyover akan memindahkan aktivitas Pasar Padang Lua ke lokasi lain. Menurutnya, pedagang yang terdampak hanya akan ditata ulang dan ditempatkan di area lain yang masih berada dalam kawasan pasar yang sama. Ia berharap semua pihak dapat mempercepat penyelesaian persoalan lahan dan penataan kawasan.
Dukungan Pemerintah Daerah
Bupati Agam Benny Warlis menyatakan dukungan terhadap upaya penyelesaian kemacetan di Padang Lua. Ia menjelaskan bahwa hasil pembahasan sebelumnya menunjukkan pembangunan flyover dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan milik PT KAI tanpa harus memindahkan pasar ke lokasi baru. "Yang perlu dipahami, tidak ada relokasi pasar ke tempat lain. Pedagang yang terdampak tetap berada dalam kawasan pasar yang sama, hanya dilakukan penataan agar pembangunan flyover bisa berjalan," kata Benny.
Kajian Teknis BPJN
Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai kajian teknis terkait pembangunan Flyover Padang Lua, termasuk pemanfaatan lahan PT KAI sebagai lokasi utama pembangunan pilar dan konstruksi. BPJN bersama BTP, Pemerintah Kabupaten Agam, dan pihak terkait akan melakukan survei lapangan lanjutan untuk memastikan kebutuhan lahan dan desain teknis proyek sebelum dilaporkan kembali ke pemerintah pusat. "Kami akan memaksimalkan pemanfaatan lahan PT KAI dan minggu depan akan dilakukan survei lapangan bersama untuk memastikan seluruh kebutuhan teknis dan lahan yang diperlukan," ujar Elsa.



