DPR Minta Kemenhub Ambil Alih Penanganan Perlintasan Sebidang Kereta
DPR Minta Kemenhub Ambil Alih Perlintasan Sebidang

Komisi V DPR RI meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengambil alih penanganan penutupan seluruh perlintasan sebidang di jalur kereta api agar pengelolaannya terpusat di pemerintah pusat. Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, mengatakan sentralisasi diperlukan untuk menghindari ego sektoral antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan PT Kereta Api Indonesia.

Jumlah Perlintasan Sebidang

Ia mencatat, saat ini terdapat sekitar 3.700 perlintasan sebidang di seluruh Indonesia, dengan sekitar 2.500 di antaranya berada di Pulau Jawa. Dengan jumlah yang besar, penanganan yang terpusat dianggap lebih efektif dan efisien.

Desakan Pengambilalihan

"Saya termasuk yang mendorong semua diambil alih oleh pusat. Di-take over. Oleh siapa? Kemenhub gitu. Kalau di lagi-lagi lempar-lemparan, Pemda Provinsi belum tentu punya duit, betul enggak? Pemda kabupaten/kota belum tentu punya duit gitu," kata Huda di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Huda juga mendesak Kemenhub bergerak cepat menangani persoalan tersebut. Menurutnya, pemerintah tidak perlu menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Ia menambahkan, Presiden telah memberikan instruksi terkait perbaikan perlintasan sebidang, terutama di kawasan Jabodetabek yang memiliki frekuensi perjalanan kereta cukup tinggi.

"Perlintasan sebidang itu memang mandatnya tidak di KAI. Jadi mandatnya kalau perlintasan itu melintasi jalan provinsi, berharap Pemprov. Kalau jalurnya kabupaten/kota, Pemda kabupaten/kota," kata dia.

Pembangunan Double-Double Track

Selain itu, DPR juga mendorong Kemenhub segera membangun double-double track (DDT) tanpa menunggu hasil investigasi KNKT di jalur Jabodebek. Sebab, pemisahan jalur kereta jarak jauh dan KRL di jalur ini sudah sangat mendesak untuk mengantisipasi tragedi Bekasi Timur. "Itu sudah langsung oke DDT kurang lebih Jakarta sana itu kurang lebih sekitar 17 km lah. Itu nggak boleh lagi ada isu nggak ada anggaran," kata dia.

Diketahui, kecelakaan antara KRL jurusan Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi pada Senin (27/4/2026). Insiden tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 90 lainnya mengalami luka-luka.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga