Kebakaran TPA Jatiwaringin Hari Ketujuh: 3-4 Titik Api Tersisa
Kebakaran TPA Jatiwaringin: 3-4 Titik Api Tersisa

Memasuki hari ketujuh, kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, masih terus berlangsung. Hingga Senin (6/7/2026) pagi, petugas masih berjibaku memadamkan sisa titik api yang tersebar di beberapa lokasi.

Petugas Kerahkan 138 Personel dan Helikopter

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyatakan bahwa saat ini masih terdapat tiga hingga empat titik api yang terus ditangani. "Ada 7 unit (Damkar) yang melakukan pemadaman. Sampai tadi pagi masih ada 3 sampai 4 titik api," ungkap Achmad Taufik.

Sebanyak 138 personel gabungan dikerahkan dalam upaya pemadaman. Mereka berasal dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI/Polri, Manggala Agni Kementerian Lingkungan Hidup, serta sejumlah unsur terkait lainnya. "Awalnya itu ada sampai 12 titik api, saat ini tinggal 4. Petugas masih tetap standby," ujarnya. Selain melalui jalur darat, upaya pemadaman juga terus dilakukan dari udara menggunakan helikopter water bombing milik BNPB.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Api Berhasil Dikendalikan Signifikan

Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, menyebut kebakaran di TPA Jatiwaringin telah berhasil dikendalikan secara signifikan. Dari sekitar 70 persen area yang sempat terbakar, kini hanya tersisa sekitar 3,6 persen yang masih menyala. "Tadi presentasi dari teman-teman di lapangan, tadinya sekitar 70 persen, daerah ini membara. Kemudian secara bertahap, kerja keras dimatikan, diberi air dari bawah, disuntik ke bawah, dari atas helikopter jalan terus, pemadam kebakaran dan sebagainya, maka sekarang tinggal 3,6 persen," ungkapnya.

Target Pemadaman Selesai Selasa

Jumhur berharap proses pemadaman dapat segera rampung. Menurut dia, jika tidak selesai pada malam ini, api diperkirakan sudah bisa dipadamkan seluruhnya pada Selasa. Ia juga berharap kawasan tersebut segera diguyur hujan agar proses pemadaman semakin optimal.

Jumhur juga meminta seluruh wali kota dan bupati, khususnya yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah, agar rutin meninjau tempat pemrosesan akhir (TPA) di wilayah masing-masing. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran. "Jangan lagi ada orang yang merokok misalnya di sekitar TPA. Pastikan pemadam kebakaran didekatkan ke situ, pastikan ada sumber air, karena ada pemadam kebakaran kalau tidak ada sumber air juga percuma," tegasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga