Percepatan Penanganan Jalinsum demi Keselamatan Pengguna Jalan
Penanganan Jalinsum Dipercepat demi Keselamatan

Pemerintah mempercepat penanganan ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) koridor Lubuk Linggau hingga batas Jambi setelah kecelakaan lalu lintas antara Bus ALS dan mobil tangki pengangkut BBM pada Rabu (6/5). Langkah ini diambil untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.

Kondisi Jalan dan Penanganan

Ruas Maur-Terawas yang menjadi lokasi kecelakaan merupakan bagian Jalan Lintas Tengah Sumatera dengan panjang 35,98 kilometer dan lebar rata-rata 5,6 meter. Sementara koridor Lubuk Linggau hingga batas Jambi memiliki total panjang sekitar 98 kilometer dengan kondisi kemantapan jalan nasional mencapai 91 persen.

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan sebelumnya telah melakukan preservasi jalan pada arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Namun, curah hujan tinggi dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan munculnya kembali lubang-lubang baru yang kini sedang ditangani.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pernyataan Pejabat Terkait

Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar menyampaikan belasungkawa kepada korban kecelakaan dan berharap pengawasan dari sektor jalan, kepolisian lalu lintas, dan operasional kendaraan dapat ditingkatkan. Roy menunggu hasil investigasi KNKT, Kementerian Perhubungan, dan Kepolisian terkait penyebab kecelakaan.

"Seperti kita ketahui ruas jalan Maur-Terawas ini merupakan bagian dari Jalan Lintas Sumatera koridor Lubuk Linggau hingga batas Jambi dengan kondisi kemantapan jalan nasional mencapai 91 persen dengan total panjang 98 kilometer," jelas Roy di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I Ditjen Bina Marga Hendro Satrio mengatakan lubang-lubang di lokasi relatif kecil dan tidak dalam, namun tetap menjadi perhatian. "Kita sudah lihat kondisinya sepanjang ruas jalan ini, memang ada beberapa lubang yang ada di lokasi, namun lubangnya kecil kecil dan tidak dalam," jelas Hendro.

Langkah Percepatan

Percepatan penanganan dilakukan menggunakan material aspal karet maupun CPHMA sesuai instruksi Direktur Jenderal Bina Marga. "Insya Allah dalam beberapa hari ini akan segera kita tambal semua lubang lubangnya, tadi sudah diinstruksikan oleh pak Dirjen Bina Marga agar menggunakan aspal karet," ujar Hendro.

Selain penanganan jalan, pemerintah masih menunggu hasil investigasi terkait penyebab kecelakaan, termasuk informasi percikan api pada mesin bus dan dugaan microsleep pengemudi. Untuk memastikan percepatan penanganan berjalan optimal, Roy bersama jajaran melakukan peninjauan langsung ke ruas Jalinsum koridor Lubuk Linggau hingga batas Jambi pada Jumat (8/5).

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga