Perbaikan ruas Jalan Lenteng Agung Timur yang ambles beberapa hari lalu telah mencapai sekitar 70 persen. Proses perbaikan masih terus dilakukan oleh petugas secara bergantian di lokasi. Hal ini disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Jakarta Selatan Iwan K Santoso.
"Perbaikan kita baru kurang lebih baru 70 persen, karena ada pengecoran nanti. Belum lagi pembersihan jalan," kata Iwan kepada wartawan usai meninjau perbaikan jalan, Minggu (31/5/2026).
Pemasangan Box Culvert Hampir Selesai
Iwan menjelaskan bahwa pada titik jalan yang ambles telah terpasang sembilan unit box culvert. Box culvert merupakan saluran air tertutup berbentuk kotak yang berfungsi sebagai gorong-gorong. Pemasangan box culvert dilakukan karena di bawah lokasi jalan yang ambles terdapat aliran air deras dari Danau Universitas Indonesia (UI) menuju Sungai Ciliwung.
"Kalau untuk pemasangannya (box culvert) ini sudah 90 persen, karena tinggal satu boks lagi," tambahnya.
Jalan Sudah Bisa Dilintasi Kendaraan
Pantauan di lokasi, jalan di area amblas telah dipasangi sejumlah plat besi. Sehingga, para pengendara tidak memiliki hambatan saat melalui jalan tersebut. Meski ruas jalan yang ambles masih dalam proses perbaikan, kendaraan roda dua maupun roda empat tetap dapat melintas. Bahkan, bus juga sudah terlihat melintasi ruas jalan tersebut.
Namun, para pengendara diimbau mengurangi kecepatan saat melintasi lokasi dan tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Kondisi lalu lintas di sekitar lokasi terpantau ramai lancar tanpa kemacetan berarti. Sejumlah pengendara yang melintas juga tampak menoleh ke arah sisi jalan yang sedang diperbaiki untuk melihat proses pengerjaan yang berlangsung.
Kronologi Jalan Ambles
Sebelumnya, Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, amblas hingga membentuk lubang besar di jalur arah Depok pada Kamis (28/5/2026) malam. Ironisnya, titik jalan tersebut diketahui baru saja ditambal sehari sebelum kejadian. Lubang menganga itu memiliki lebar sekitar tiga meter dengan kedalaman mencapai tiga meter dan panjang sekitar 16 meter. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas menuju Depok terganggu dan memicu kepadatan kendaraan di sekitar lokasi.
Seorang warga sekaligus penjaga warung di sekitar lokasi, Junaedi, mengatakan kerusakan jalan sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa hari terakhir. Bahkan, menurut dia, perbaikan tambal jalan dilakukan pada Kamis pagi sebelum akhirnya jalan amblas pada malam harinya. "Ditambel kemarin, Kamis pagi," kata Junaedi saat ditemui di lokasi, Jumat (29/5/2026).



