PLN Ungkap Awal Mula Pemadaman Listrik Massal di Sumatra
PLN Ungkap Awal Mula Pemadaman Listrik Massal Sumatra

PLN mengungkapkan bahwa lebih dari 8,3 juta pelanggan di Sumatra telah kembali mendapatkan pasokan listrik setelah gangguan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai yang menyebabkan pemadaman massal di sejumlah wilayah. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa hingga Sabtu (23/5/2026) pukul 10.00 WIB, sebanyak 8.351.670 pelanggan telah menikmati aliran listrik kembali.

Proses Pemulihan Listrik

Selain itu, lebih dari 3.192 MW listrik telah berhasil disalurkan dari total 5.334 MW yang sebelumnya terganggu. Sebanyak 157 dari 176 gardu induk juga telah kembali beroperasi. Darmawan menegaskan bahwa seluruh petugas dan tim teknis PLN bekerja penuh selama 24 jam di lapangan untuk mempercepat pemulihan.

“Saat ini seluruh petugas dan tim teknis PLN bekerja penuh selama 24 jam di lapangan. Proses pemulihan terus berjalan dan kami all out agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman,” ujar Darmawan dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/5/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penyebab Gangguan

Menurut Darmawan, gangguan terjadi pada Jumat (22/5) sekitar pukul 18.44 WIB. Indikasi awal menunjukkan cuaca buruk memicu gangguan pada sistem transmisi yang berdampak pada sebagian jaringan kelistrikan Sumatra. “Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatra, sehingga memicu penurunan frekuensi listrik dan efek domino gangguan di sejumlah wilayah,” jelasnya.

Darmawan menyebutkan bahwa jaringan transmisi yang terganggu berhasil dipulihkan dalam waktu sekitar dua jam. Setelah itu, PLN fokus mengoperasikan kembali pembangkit yang terdampak dan menyinkronkannya dengan sistem transmisi. “Proses penyalaan pembangkit dilakukan secara sistematis dan bertahap dengan tetap mengutamakan keamanan sistem. Pembangkit berbasis hidro dan gas dapat langsung membantu menyuplai sistem sebagai fast response untuk mempercepat pemulihan awal,” katanya.

Sementara itu, pembangkit termal seperti PLTU membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali normal, sekitar 15 hingga 20 jam sejak proses start-up hingga beroperasi penuh.

Update Pemulihan Listrik

Pemulihan dilakukan mulai dari sisi transmisi, gardu induk, hingga pembangkit. Ratusan personel PLN dikerahkan bekerja selama 24 jam di wilayah terdampak mulai dari Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara, hingga Aceh. PLN juga terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, pemerintah daerah, dan aparat terkait guna mempercepat pemulihan sistem kelistrikan.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami terus siaga agar sistem kelistrikan bisa segera pulih dan masyarakat dapat kembali menikmati listrik secepat mungkin,” tandas Darmawan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga