Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi mencanangkan pembangunan pedestrian deck atau jembatan 'donat' di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, pada Minggu (21/6/2026). Proyek ini ditargetkan rampung pada tahun 2028.
Integrasi Enam Moda Transportasi
Pramono menjelaskan bahwa jembatan 'donat' akan mengintegrasikan enam moda transportasi, yaitu MRT, LRT, Transjakarta, kereta bandara, KCI, dan moda lainnya. Integrasi ini bertujuan memudahkan warga yang hendak transit. "Tadi telah disampaikan oleh Dirut MRT bahwa ini empat moda akan terkoneksikan, padahal kenyataannya bukan hanya empat, menjadi enam moda terkoneksikan," ujar Pramono.
Layanan Imigrasi dan Check-in
Pramono juga menginginkan adanya layanan Imigrasi dan check-in di pedestrian deck tersebut. Hal ini untuk memudahkan warga yang akan bepergian ke luar negeri menggunakan kereta bandara. "Sekaligus saya akan meminta kepada OPD DKI Jakarta di tempat ini juga menjadi tempat untuk Imigrasi dan check-in. Sehingga dengan demikian, saya yakin pasti nanti kereta bandara akan hidup, lebih mudah, terintegrasi secara keseluruhan, dan city check-in-nya," imbuhnya.
Patung Jenderal Sudirman Tetap di Tempat
Pramono memastikan Patung Jenderal Sudirman di kawasan itu tidak akan dipindahkan atau terganggu. Lokasi patung akan tetap berada di tengah-tengah jembatan. "Nah, yang paling penting setelah kami merenungkan berhari-hari, patung Jenderal Sudirman tetap akan di tempat ini, jadi tidak akan kita geser, supaya tidak menjadi polemik. Tempat ini menjadi tempat lebih baik, lebih indah," kata Pramono.
Mengurangi Kemacetan di Jalan Sudirman
Pramono optimistis jembatan 'donat' akan mengurangi kemacetan di Jalan Sudirman. Ia menjelaskan bahwa selama ini banyak penumpang turun di tepi jalan dan mengganggu lalu lintas. "Dapat dipastikan pasti akan mengurangi kemacetan. Karena kenapa? Seperti kita ketahui bersama, hampir setiap sore ataupun kalau lagi gerimis, lagi hujan, setiap pagi, orang banyak sekali turun di tepi jalan. Kemudian inilah yang mengganggu lalu lintas di tempat ini. Kalau ini sudah ada, orang tidak lagi turun ke bawah. Pasti orang akan menggunakan jalan yang ada di atas karena itulah yang mau ke MRT, kereta bandara, LRT yang ke sini, pasti akan lebih gampang karena semuanya ada di atas," ungkapnya.
Keterlibatan Pemerintah Jepang
Pembangunan jembatan 'donat' melibatkan Pemerintah Jepang melalui Ministry of Land Infrastructure Transport and Tourism (MLIT) dan Urban Renaissance. Pendanaan proyek berasal dari MRT Jakarta. "Tadi kan udah dijawab. Ini (sumber dana) adalah dari MRT Jakarta. Bahwa naming rights-nya nanti atas nama siapa, tolong didoakan terutama building-building yang punya gedung gede-gede di sini. Yang paling penting doanya. Dan yang kemudian kenapa (ada) keterlibatan Pemerintah Jepang memang betul salah satu inspirasinya adalah, apa yang dibuat di Jepang dan kondisinya sama dengan di tempat ini," sambung Pramono.
Proyek ini diharapkan selesai pada Juni 2028, bertepatan dengan perayaan 500 tahun Jakarta. Pramono menegaskan bahwa pembangunan jembatan 'donat' akan membuat kawasan Dukuh Atas semakin terintegrasi dan mengurangi kemacetan di ibu kota.



