Pramono Klaim Jembatan Cincin Donat Dukuh Atas Kurangi Macet di Sudirman
Pramono: Cincin Donat Dukuh Atas Kurangi Macet Sudirman

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meyakini pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas, yang dikenal dengan julukan 'cincin donat', akan secara signifikan mengurangi kemacetan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman dan sekitarnya. Infrastruktur yang ditargetkan rampung pada 2028 ini akan menghubungkan enam moda transportasi dalam satu kawasan terintegrasi, menciptakan sistem mobilitas yang lebih efisien bagi warga Jakarta.

Penyebab Kemacetan dan Solusi Terintegrasi

Pramono menjelaskan bahwa kemacetan di kawasan Dukuh Atas selama ini dipicu oleh aktivitas penumpang yang naik turun kendaraan di tepi jalan saat berpindah moda transportasi. Dengan adanya pedestrian deck, perpindahan antarmoda akan dilakukan melalui jalur pejalan kaki di atas, sehingga tidak lagi mengganggu arus lalu lintas di bawah. "Dapat dipastikan pasti akan mengurangi kemacetan. Karena hampir setiap sore ataupun kalau lagi gerimis, lagi hujan setiap pagi, orang banyak sekali turun di tepi jalan kemudian inilah yang mengganggu lalu lintas di tempat ini," kata Pramono saat pencanangan pembangunan di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Minggu (21/6).

Ia menambahkan, setelah infrastruktur tersebut beroperasi, masyarakat akan lebih memilih menggunakan jalur yang terkoneksi langsung dengan berbagai moda transportasi dibanding harus berpindah melalui jalan raya. "Kalau ini (pedestrian deck) sudah ada, orang tidak lagi turun ke bawah, pasti orang akan menggunakan jalan yang ada di atas. Yang mau ke MRT, Kereta Bandara, LRT, pasti akan lebih gampang karena semuanya ada di atas. Sehingga dengan demikian saya yakin pasti akan mengurangi kemacetan di tempat ini," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Enam Moda Terintegrasi dalam Satu Kawasan

Pedestrian Deck Dukuh Atas akan menjadi bagian dari pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD) di pusat Jakarta. Pramono merinci enam moda transportasi yang akan terhubung: MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, Kereta Bandara, dan TransJakarta. "Maka dengan demikian Dukuh Atas akan ada MRT, LRT baik yang oleh Pemerintah DKI Jakarta maupun oleh pemerintah pusat, kemudian Kereta Bandara, TransJakarta, KCI (KRL). Jadi ada enam (moda)," ucap Pramono.

Integrasi ini diyakini akan menciptakan konsep seamless mobility, memungkinkan masyarakat berpindah transportasi tanpa harus keluar ke jalan raya atau terpapar cuaca. Selain itu, kawasan tersebut berpotensi dilengkapi fasilitas pendukung seperti area city check-in dan layanan imigrasi untuk pengguna kereta bandara. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berencana membuka sayembara untuk menentukan nama resmi pedestrian deck yang saat ini lebih dikenal dengan sebutan 'cincin donat' karena bentuknya yang melingkar.

Pendanaan dan Target Penyelesaian

Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat menyatakan bahwa pembangunan proyek ini sepenuhnya dibiayai oleh MRT Jakarta. Namun, nilai investasi proyek belum diumumkan. "Pendanaan dari pembangunan proyek ini sepenuhnya oleh MRT Jakarta. Nilainya nanti kita sampaikan," ujar Tuhiyat. Pramono menambahkan bahwa pembiayaan berasal dari MRT Jakarta yang merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) milik Pemprov DKI Jakarta, sehingga sumber pendanaan pada akhirnya berasal dari perusahaan daerah yang mayoritas sahamnya dimiliki Pemprov DKI, termasuk melalui penyertaan modal daerah.

Awalnya, Pramono berharap proyek tersebut dapat selesai bertepatan dengan perayaan 500 tahun Jakarta pada Juni 2027. Namun, setelah mempertimbangkan proses pembangunan, target penyelesaian diperkirakan mundur hingga 2028. Pembangunan pedestrian deck ini terinspirasi dari konsep serupa di Jepang yang sebelumnya menjadi rujukan dalam kajian awal proyek. "Tapi intinya bahwa mudah-mudahan nanti sudah kelihatan banget lah bentuknya," kata Pramono.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga