Satgas PRR Kawal Pemulihan Infrastruktur di Aceh, Sumut, Sumbar
Satgas PRR Kawal Pemulihan Infrastruktur di Tiga Provinsi

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mengawal proses pemulihan infrastruktur di wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini diambil untuk memastikan proyek penanganan jalan, jembatan, tanggul, dan pengendalian sungai berjalan sesuai target serta memberikan perlindungan lebih baik bagi masyarakat terdampak.

Pemantauan dan Koordinasi di Lapangan

Pemantauan pemulihan infrastruktur dilakukan bersama Balai Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, serta pelaksana proyek untuk melihat langsung perkembangan pekerjaan di sejumlah titik prioritas. Selain memantau progres, Satgas PRR juga menyerap berbagai kendala di lapangan, mulai dari kebutuhan material, pembebasan lahan, hingga pasokan bahan bakar bagi alat berat.

Di Aceh Tengah, pekerjaan penanganan longsor, penguatan lereng, perbaikan badan jalan, dan pembangunan dinding penahan tanah terus menunjukkan kemajuan. Satgas meminta agar pekerjaan pada titik-titik kritis dapat diselesaikan lebih cepat agar infrastruktur akses utama masyarakat tidak terganggu saat curah hujan meningkat pada akhir tahun.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Percepatan Proyek di Berbagai Wilayah

Percepatan juga dilakukan pada proyek jalan dan jembatan yang menghubungkan Aceh Tengah dan Gayo Lues. Ruas yang sebelumnya rusak berat akibat longsor kini dalam tahap penanganan, sementara normalisasi sungai dan penguatan tebing dilakukan secara terpadu untuk mengurangi risiko kerusakan berulang. Satgas menekankan sinergi antara pembangunan jalan dan pengendalian sungai agar hasil pemulihan bertahan jangka panjang.

Di Gayo Lues, perhatian diberikan pada pembangunan tanggul pengaman sungai untuk melindungi permukiman dan lahan produktif. Karena tingginya intensitas hujan, Satgas meminta percepatan pekerjaan yang semula ditargetkan selesai Agustus agar perlindungan warga dapat dirasakan sebelum puncak musim penghujan.

Penanganan di Kawasan Ketambe

Di Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Satgas meninjau pembangunan tanggul pengendali banjir, jalan, dan jembatan akses utama. Meski menghadapi tantangan teknis, pekerja tetap melakukan percepatan hingga malam hari demi target penyelesaian. Upaya ini menunjukkan komitmen untuk memulihkan aktivitas masyarakat, distribusi logistik, dan mobilitas ekonomi.

Dalam pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dan Forkopimda, Satgas menerima masukan terkait pemulihan layanan publik, termasuk perbaikan fasilitas kesehatan. Masukan tersebut akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan kementerian terkait agar pemulihan berjalan menyeluruh.

Dukungan Masyarakat dan Pemerintah Daerah

Di Desa Kutagaluh, Kecamatan Lawe Bulan, penguatan dinding sungai mulai memberikan rasa aman bagi warga. Pemerintah desa mengapresiasi pembangunan tanggul yang mengurangi kekhawatiran terhadap banjir susulan. Satgas menilai dukungan masyarakat dan pemda menjadi faktor penting dalam kelancaran proyek rehabilitasi dan rekonstruksi.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyatakan bahwa pembangunan kembali infrastruktur dasar seperti sungai, jalan, dan jembatan menjadi bagian penting dari pemulihan permanen di tiga provinsi terdampak. "Yang diprioritaskan adalah infrastruktur, sungai, jalan, jembatan, perdagangan, pertanian, kemudian hunian tetap agar masyarakat tidak terlalu lama di hunian sementara," ujar Tito usai rapat dengan Ketua Tim Pengarah Satgas PRR Pratikno di Jakarta.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga