Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan mengungkap penyebab amblasnya Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, arah Depok. Jalan tersebut amblas cukup lebar dan dalam.
Penyebab Jalan Amblas
Kasatpel SDA Kecamatan Jagakarsa, Sartono, menjelaskan bahwa penyebab utama adalah adanya crossing dengan hong berukuran sekitar 3 meter. "Ternyata penyebabnya itu ada crossing dengan hong ukuran 3 meter kurang lebih ya. Tapi mungkin udah usia, makanya keropos," ujarnya di lokasi pada Jumat (29/5/2026).
Ia menambahkan bahwa jatuhan puing akibat amblasnya jalan tidak menghambat aliran air. Namun, sebagian pecahan hong tersebut tergerus tanah. "Tapi alhamdulillahnya, jatuhan puing ini tidak sampai menghambat aliran air. Karena dari sepertiga hong itu mungkin jatuh, tapi tidak sampai menahan air. Air tetap lancar, tapi sepertiganya keurug tanah. Ini akan dibersihkan sementara itu," jelasnya.
Proses Pembersihan dan Penanganan
Sartono mengatakan bahwa saat ini SDA sedang membersihkan puing sisa amblas untuk mengetahui penyebab pasti hong yang amblas. "Ini lagi pembersihan puing. Untuk melihat hongnya itu apa sih? Jatuhnya apa karena karat, apa karena itu. Ini lagi pembersihan puing-puingnya yang jatuh tadi," tuturnya.
Penanganan darurat akan dilakukan melalui penunjukan langsung oleh pihak ketiga. "Kalau tadi informasi dari pimpinan, ini akan dikerjakan dari PL. Penunjukan langsung ya, karena ini darurat. Nanti mungkin akan dikerjakan dari pihak ketiga. Nanti diperkirakan memakai box culvert ukuran 2 meter," tambahnya.
Langkah Sebelumnya
Sartono mengungkapkan bahwa sebelumnya SDA mendapat informasi adanya penambalan di jalan amblas tersebut. Bina Marga dan SDA melakukan penambalan untuk meratakan jalan yang bergelombang dan menghindari bahaya bagi pengendara. "Oh pas hari Kamis, kami malam Kamisnya kami dapat informasi. Cuman kalau ke SDA, emang hanya lubang yang di pinggiran (ditambal). Tapi ke Bina Marga terkait dengan jalannya. Hari Kamis paginya kita survei bareng. Survei bareng, dari Bina Marga mengambil langkah untuk yang jalan bergelombang untuk diratakan agar menghindari kendaraan yang agar enggak bergelombang," ucapnya.
Meskipun sudah dipasang rambu, jalan tersebut merupakan akses satu-satunya sehingga rambu sering tertabrak. "Tapi dengan harapan dengan Bina Marga sudah melakukan penambalan yang bergelombang itu, dan dikasih tanda rambu-rambu. Tapi emang ini jalan aksesnya satu-satunya, walaupun sudah dikasih rambu, akhirnya rambu itu di ya sedikit ditabraklah. Akhirnya malamnya kejadian," tambahnya.
Analisis SDA
Sartono menegaskan bahwa penyebab amblas adalah hong yang sudah rapuh. "Nah, saat itu SDA ya kita analisa kemungkinan itu hongnya sudah, sudah, sudah rapuh. Tapi kita tidak bisa masuk hong karena posisi airnya ini kita enggak, dalamnya ya. Nah, makanya kita hanya mengira-ngira. Tapi terjadi dengan amblesnya ini, baru kita ketahuan, 'Oh, ternyata hongnya rapuh'," ungkapnya.
Dampak Lalu Lintas
Berdasarkan informasi dari akun X TMC Polda Metro Jaya pada Jumat (29/5), situasi lalu lintas di Jalan Lenteng Agung mengalami kepadatan akibat jalan amblas. Kepadatan terjadi dari arah utara ke selatan, yaitu dari Pasar Minggu menuju Depok. Video yang diunggah memperlihatkan jalan berlubang dan kendaraan merayap. "Situasi terkini arus lalu lintas di Jl Raya Lenteng Agung Jakarta Selatan akibat jalan amblas terpantau ramai cenderung padat," tulis TMC Polda Metro Jaya.



