Kebakaran hebat melanda sebuah kapal layar motor (KLM) wisata bernama Mutiara Prasana Nusantara di perairan Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, pada Senin (6/7/2026) pagi. Seluruh badan kapal ludes terbakar, namun enam anak buah kapal (ABK) berhasil menyelamatkan diri.
Kronologi Kebakaran Kapal Pinisi
Kapal yang mengangkut wisatawan tersebut berangkat dari Pelabuhan Labuang Bajoe menuju Pantai Tanah Beru, Bulukumba. Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bulukumba, Abdul Haris Pana, kobaran api pertama kali muncul dari bagian belakang dek kapal saat kapal dalam kondisi lepas jangkar dan hendak berlabuh di pesisir Pantai Bontobahari.
"Setelah menurunkan jangkar, sempat terjadi kebakaran mulai dari bagian deknya sampai badan kapal," ungkap Abdul Haris Pana kepada wartawan, Senin (6/7). Api dengan cepat merambat dan melalap seluruh bagian kapal, disertai kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi di lokasi kejadian.
Penyelamatan 6 ABK dan Kendala Penanganan
Seluruh ABK kapal berhasil menyelamatkan diri. "ABK kapal tersebut sempat menyelamatkan diri sebanyak 6 orang," jelasnya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, petugas BPBD setempat mengalami kesulitan dalam memadamkan api karena posisi kapal berada sekitar satu mil dari bibir pantai, sehingga sulit dijangkau.
Pemilik kapal yang diketahui berasal dari Jawa Barat diperkirakan mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah akibat musnahnya kapal pinisi tersebut. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang.
Dampak dan Investigasi
Insiden ini menjadi perhatian serius mengingat kapal pinisi merupakan ikon wisata bahari Sulawesi Selatan. Belum ada laporan mengenai wisatawan yang menjadi korban, karena kapal dalam kondisi hendak berlabuh dan belum menaikkan penumpang. Pihak BPBD bersama instansi terkait terus melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab kebakaran dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.



