Pramono Anung Dorong Pasar Jakarta Gunakan QRIS untuk Tekan Copet
Pramono Dorong Pasar Jakarta Pakai QRIS Tekan Copet

Pramono Anung Dorong Pasar Jakarta Gunakan QRIS untuk Tekan Copet

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta percepatan digitalisasi sistem pembayaran di seluruh pasar tradisional ibu kota dengan menerapkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Dalam pernyataannya, Pramono menekankan bahwa kebijakan ini tidak hanya dapat meningkatkan efisiensi transaksi, tetapi juga secara signifikan mengurangi risiko kejahatan seperti pencopetan yang sering terjadi di lingkungan pasar.

Modernisasi Pasar Tradisional Jakarta

Hal ini disampaikan oleh Pramono dalam acara groundbreaking revitalisasi Pasar Gardu Asem dan Pasar Kramat Jaya di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin, 6 April 2026. Ia menyatakan harapannya agar 153 pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya dapat direvitalisasi dan dimodernisasi, termasuk dalam aspek pembayaran. "Saya berharap betul pasar-pasar di Jakarta yang berjumlah 153 ini sebisa mungkin kita lakukan revitalisasi dan kita modernisasi. Termasuk dalam pembayarannya," ujar Pramono.

Menurutnya, modernisasi pasar harus mencakup sistem pembayaran yang lebih maju untuk mendukung aktivitas ekonomi warga Jakarta. Pasar-pasar ini dianggap sebagai tulang punggung perekonomian lokal, sehingga pembaruan teknologi menjadi langkah penting dalam meningkatkan layanan dan keamanan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Manfaat QRIS dalam Mengurangi Kejahatan

Pramono menjelaskan bahwa digitalisasi pembayaran, terutama melalui QRIS, akan menjadi instrumen kunci dalam membenahi ekosistem pasar tradisional agar lebih modern dan efisien. Selain itu, aspek keamanan menjadi alasan utama dorongan penggunaan transaksi non-tunai ini. "Dan yang paling penting dan paling utama adalah dengan QRIS orang misalnya dengan digitalisasi apakah nanti pakai QRIS atau pakai yang lainnya, itu akan secara signifikan juga mengurangi copet," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kejahatan pencopetan di pasar tradisional sering menyasar uang tunai yang dibawa oleh penjual maupun pembeli. Dengan beralih ke sistem pembayaran digital, potensi kejahatan tersebut dinilai bisa ditekan secara drastis. "Karena selama ini ya kalau mau copet kartu kan enggak bisa, yang dicopet ya pasti uang cash," tandas Pramono.

Implementasi QRIS diharapkan tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga menciptakan lingkungan pasar yang lebih aman bagi semua pihak. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong inklusi keuangan dan adaptasi teknologi di sektor tradisional.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga