Pemkab Bogor Mulai Petakan Lokasi Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang
Pemkab Bogor Petakan Lokasi Pembebasan Lahan Jalur Tambang

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah memulai pemetaan titik-titik yang memerlukan pembebasan lahan untuk pembangunan jalur khusus tambang di wilayah bagian barat. Wilayah yang tercakup meliputi Kecamatan Rumpin, Cigudeg, dan Parungpanjang.

Anggaran Rp 100 Miliar untuk Pembebasan Lahan

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyatakan bahwa anggaran khusus untuk tambang tetap dialokasikan sebesar Rp 100 miliar. "Kalau anggaran yang khusus tambang ya tetap, kita alokasikan sekian Rp 100 miliar. Memang kan hari ini itu proses appraisal gitu ya," kata Ajat kepada wartawan pada Rabu, 6 Mei 2026.

Pemetaan ini bertujuan agar pemerintah dapat mengidentifikasi lahan mana yang perlu dibebaskan dan mana yang tidak. Selain itu, akan diketahui lahan yang bisa dihibahkan oleh pemilik tambang di wilayah yang dilalui. "Nanti kan dari situ ketahuan tuh mana yang memang harus kita bebaskan, mana misalnya ada daerah-daerah yang lahan-lahan yang mungkin dihibahkan oleh para pemilik lahan ya, terkait karena misalnya itu adalah melewati area quarinya mereka," ucapnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Evaluasi Anggaran Pembebasan Lahan

Anggaran pembangunan jalur khusus tambang masih berada di angka Rp 100 miliar. Dengan adanya pemetaan, nantinya akan dapat diketahui kembali biaya yang diperlukan. "Nanti akan ketahuan tuh sebenarnya, apakah memang pelaksanaannya bisa berkurang, atau memang Rp 100 miliar itu habis untuk pembebasan tanah. Tapi yang jelas Bupati pengennya tahun ini itu betul-betul untuk pembebasan tanah," imbuh Ajat.

Target Pembebasan Lahan Rampung Tahun Ini

Sebelumnya, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengungkapkan target pembangunan jalur khusus kendaraan tambang di Bogor barat. Ia menegaskan bahwa pembebasan lahan ditargetkan selesai tahun ini. "Target kami adalah 2026 pembebasan lahan sudah terbayarkan selesai 100%. Maka tahapan pembangunan dapat segera dilaksanakan," kata Rudy pada Senin, 4 Mei.

Rudy menjelaskan bahwa lokasi jalan sudah ditetapkan dan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Setelah lokasi ditetapkan dan disahkan oleh pemerintah provinsi, pihaknya akan melakukan penilaian. "Inilah salah satu solusi, salah satu kebijakan yang kami ambil bersama, Pemerintah Kabupaten Bogor dengan DPRD Kabupaten Bogor untuk mencari jalan tengah sehingga pada saat tambang dibuka kembali operasionalnya tidak mengganggu pengguna jalan yang lain," jelasnya.

Karakteristik Wilayah Bogor yang Beragam

Rudy menambahkan bahwa Kabupaten Bogor memiliki karakteristik yang beragam, baik topografi wilayah maupun kondisi masyarakatnya. "Ada pertanian, ada pertambangan, ada pariwisata, ada perniagaan. Nah, tentunya membangun Bogor kita butuh dukungan dari semua pihak," ucapnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga