Bernadya Rilis Album 'Semoga Hanya di Mimpi', Angkat Isu Cherophobia
Bernadya Rilis Album Semoga Hanya di Mimpi, Angkat Cherophobia

Bernadya Rilis Album Kedua 'Semoga Hanya di Mimpi'

Penyanyi Bernadya resmi merilis album studio penuh keduanya yang bertajuk Semoga Hanya di Mimpi melalui label musik JUNI Records. Album ini lahir dari kegelisahan Bernadya, khususnya ketakutannya terhadap rasa tenang dan bahagia.

“Semoga Hanya di Mimpi lahir dari ketakutanku akan rasa tenang. Pemikiran yang aneh memang, tapi bagiku tenang sama dengan tanda bahaya,” kata Bernadya dalam siaran pers, Kamis (25/6/2026).

Inspirasi dari Cherophobia

Bernadya mengungkapkan bahwa judul album tersebut terinspirasi dari istilah cherophobia, yakni ketakutan akan kebahagiaan karena khawatir kebahagiaan itu akan diikuti oleh peristiwa buruk. Konsep ini menjadi benang merah yang mengikat seluruh lagu dalam album.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Album Semoga Hanya di Mimpi berisi 10 lagu yang ditulis sendiri oleh Bernadya, dengan aransemen yang lebih matang dibanding album perdananya. Proses kreatif berlangsung selama satu tahun, melibatkan sejumlah musisi dan produser ternama.

Daftar Lagu dan Kolaborasi

Beberapa lagu dalam album ini sudah dirilis sebelumnya sebagai singel, seperti “Kamu” dan “Rindu”. Selain itu, terdapat pula lagu kolaborasi dengan penyanyi lain yang belum diumumkan secara resmi. Bernadya berharap album ini bisa menjadi teman bagi pendengar yang mungkin mengalami perasaan serupa.

“Aku ingin album ini bisa mewakili perasaan orang-orang yang mungkin juga takut dengan kebahagiaan. Semoga pesan yang aku sampaikan bisa sampai dan menghibur,” tambahnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga