JAKARTA, KOMPAS.com - Hampir dua tahun setelah perceraian resmi mereka, nama Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memenuhi pemberitaan. Kali ini bukan soal kenangan indah selama 11 tahun pernikahan, melainkan rentetan persoalan yang satu per satu mulai terkuak ke publik. Beberapa di antaranya adalah anak-anak yang diklaim sulit dijangkau, biaya pendidikan yang disebut tak lagi dibayar, debt collector yang mendatangi rumah, hingga rumah tinggal yang ternyata dijadikan jaminan utang perusahaan.
Konferensi Pers Kuasa Hukum Sarwendah
Semua persoalan tersebut mencuat sekaligus dalam sebuah konferensi pers yang digelar kuasa hukum Sarwendah di Jakarta Selatan, Minggu (31/5/2026). Dalam kesempatan itu, pihak Sarwendah membeberkan berbagai tudingan yang sebelumnya dilontarkan oleh Ruben Onsu.
Bermula dari Tudingan Ruben
Polemik ini bermula dari pernyataan pihak Ruben Onsu yang menuding Sarwendah tidak memenuhi kewajibannya sebagai ibu. Tudingan tersebut kemudian dibantah oleh kuasa hukum Sarwendah dengan memberikan bukti-bukti sebaliknya.
Kuasa hukum Sarwendah menyebut bahwa Ruben lah yang justru sulit dihubungi terkait urusan anak-anak. Selain itu, biaya pendidikan yang disebut tidak dibayar oleh Sarwendah ternyata sudah dilunasi. Masalah debt collector yang datang ke rumah juga dijelaskan sebagai akibat dari utang perusahaan Ruben yang menggunakan rumah tinggal sebagai jaminan.
Perseteruan ini menambah panjang daftar konflik pasca perceraian kedua selebritas tersebut. Publik pun menanti kelanjutan dari polemik yang semakin memanas ini.



