KOMPAS.com - Ketombe kerap dianggap sebagai masalah kulit kepala ringan. Namun, kondisi ini bisa mengganggu kenyamanan karena memicu rasa gatal, kulit kepala mengelupas, hingga serpihan putih yang terlihat pada rambut atau pakaian.
Penyebab Ketombe Menurut Ahli
Konsultan trikologi Anabel Kingsley menjelaskan, ketombe berkaitan dengan pertumbuhan berlebih jamur atau ragi bernama Malassezia yang secara alami hidup di kulit kepala. Dilansir dari Antara (26/3/2025), pertumbuhan ragi tersebut dapat membuat sel kulit membelah terlalu cepat. Akibatnya, kulit kepala menjadi mudah mengelupas dan terasa gatal.
Ragi Malassezia cenderung berkembang lebih subur pada kulit kepala yang berminyak. Meski begitu, sebagian orang juga memiliki sensitivitas lebih tinggi terhadap ketidakseimbangan tersebut.
Faktor Risiko dan Dampak
Faktor risiko utama ketombe adalah produksi minyak berlebih di kulit kepala. Selain itu, sensitivitas individu terhadap Malassezia juga berperan penting. Jika tidak ditangani, ketombe dapat menyebabkan iritasi kronis dan kerontokan rambut.
Menurut Kingsley, pengelolaan kebersihan kulit kepala dan penggunaan sampo antijamur dapat membantu mengendalikan pertumbuhan Malassezia. Ia juga menyarankan untuk menghindari penggunaan produk rambut yang terlalu berminyak.
Cara Mengatasi Ketombe
Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan untuk mengurangi ketombe, seperti keramas secara teratur dengan sampo yang mengandung zinc pyrithione atau selenium sulfida. Bahan alami seperti lidah buaya dan minyak kelapa juga diklaim efektif, meski perlu penelitian lebih lanjut.
Jika ketombe tidak kunjung membaik, konsultasi dengan dokter kulit atau trikologi disarankan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.



