Nyeri dada pada anak seringkali dikaitkan dengan gangguan jantung, namun kondisi ini juga bisa menjadi tanda Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Anggota Unit Kerja Koordinasi Gastroenterohepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Sri Kesuma Astuti, Sp.A, Subsp. G.H (K), menegaskan bahwa nyeri dada merupakan gejala khas GERD pada anak yang lebih besar.
Gejala Khas GERD pada Anak
Menurut dr. Sri, gejala tipikal GERD pada anak adalah nyeri dada atau chest pain. "Pada anak yang lebih besar, apa gejala tipikal GERD? Gejala typical symptom-nya GERD pada anak itu adalah kalau ada nyeri dada atau chest pain," kata Sri dikutip dari Antara, Selasa (23/6/2026). Nyeri dada akibat GERD biasanya terasa di bawah tulang dada.
Pentingnya Diagnosis yang Tepat
Orang tua perlu waspada jika anak sering mengeluh nyeri dada. Meskipun tidak selalu berbahaya, kondisi ini tetap harus dievaluasi oleh dokter untuk membedakan apakah penyebabnya dari jantung atau saluran pencernaan. GERD pada anak dapat menyebabkan komplikasi jika tidak ditangani, seperti esofagitis atau gangguan pertumbuhan.
Dr. Sri menyarankan agar orang tua tidak langsung panik, tetapi segera berkonsultasi ke dokter spesialis anak jika gejala muncul berulang. Pemeriksaan lebih lanjut seperti endoskopi atau pH monitoring mungkin diperlukan untuk memastikan diagnosis.



