KOMPAS.com – Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa kebiasaan minum beberapa cangkir kopi atau teh setiap hari dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan otak, termasuk menurunkan risiko demensia. Temuan ini menjadi sorotan karena demensia merupakan penyakit yang berkembang secara perlahan selama puluhan tahun.
Hubungan Konsumsi Kopi dan Teh dengan Risiko Demensia
Para peneliti menemukan bahwa individu yang rutin mengonsumsi kopi atau teh dalam jumlah moderat memiliki risiko lebih rendah terkena demensia dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya. Namun, mereka menegaskan bahwa hasil ini bersifat observasional, sehingga kopi dan teh tidak dapat dianggap sebagai obat untuk mencegah atau menyembuhkan demensia.
Faktor yang Mempengaruhi Manfaat
Manfaat yang diperoleh dari konsumsi kopi dan teh sangat dipengaruhi oleh cara konsumsi, jumlah asupan, serta kondisi kesehatan masing-masing individu. Misalnya, penambahan gula atau krim berlebihan dapat mengurangi efek positifnya. Selain itu, faktor genetik dan gaya hidup juga berperan penting dalam menentukan dampak kafein terhadap otak.
Studi ini menambah bukti bahwa pola makan sehat, termasuk konsumsi kopi dan teh secara bijak, dapat mendukung kesehatan otak. Namun, para ahli mengingatkan bahwa tidak ada satu pun makanan atau minuman yang dapat menjamin perlindungan penuh terhadap demensia. Pendekatan holistik seperti olahraga teratur, tidur cukup, dan stimulasi mental tetap menjadi kunci utama.



