Operasi 6,5 Jam Ratusan Prajurit TNI Evakuasi 8 Korban Helikopter Jatuh di Kalbar
6,5 Jam Evakuasi Korban Helikopter Jatuh di Kalbar oleh TNI

Operasi 6,5 Jam Ratusan Prajurit TNI Evakuasi 8 Korban Helikopter Jatuh di Kalbar

Operasi evakuasi delapan korban helikopter PK-CFX yang jatuh di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, telah berhasil diselesaikan. Ratusan prajurit TNI dikerahkan dalam misi kemanusiaan yang berlangsung selama 6,5 jam, menembus medan hutan yang sulit dijangkau.

Pengerahan Personel TNI Secara Terpadu

Personel TNI yang terlibat meliputi Poskotis Korem 121/Alambhana Wanawai, Yonif TP 833/BD, Yonif 642/Kps, serta Kodim 1204/Sanggau. Tim bergerak secara terpadu untuk mendukung operasi SAR di lokasi yang ekstrem. Selain itu, TNI Angkatan Udara turut mendukung dengan mengerahkan satu unit helikopter Super Puma untuk meningkatkan mobilitas dan mempercepat proses evakuasi.

Asops Kasdam XII/Tpr Kolonel Inf Ahmad Daud Harahap menegaskan bahwa pengerahan ratusan personel ini menunjukkan komitmen TNI dalam misi kemanusiaan. "Atas perintah Pangdam XII/Tpr serta hasil koordinasi dengan Tim SAR gabungan, jajaran telah diarahkan untuk membantu pelaksanaan pencarian secara maksimal," ujarnya kepada wartawan pada Sabtu, 18 April 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Proses Evakuasi yang Menantang

Upaya pencarian berhasil setelah tim dari Yonif TP 833/BD, dipimpin Mayor Inf Ikhwan, menemukan titik jatuh helikopter di wilayah perbukitan pada Kamis malam. Evakuasi korban dilaksanakan pada Jumat dini hari dari Bukit Puntak, Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, menuju posko Tim SAR gabungan di Gereja Katolik Santo Yohanes, Dusun Gandis.

Delapan jenazah, terdiri dari dua kru dan enam penumpang, dievakuasi menggunakan kantong jenazah dari Basarnas. Proses ini dilakukan dengan cara dipikul secara manual melalui hutan dan perbukitan, memerlukan waktu yang cukup lama akibat medan yang berat.

Pada pukul 06.30 WIB, seluruh jenazah beserta barang dan perlengkapan korban, termasuk black box, telah tiba di posko. Selanjutnya, mereka dievakuasi menggunakan delapan unit ambulans menuju RS Bhayangkara Pontianak. Durasi evakuasi sekitar 6,5 jam disebabkan oleh kondisi geografis yang ekstrem dan keterbatasan akses kendaraan.

Komitmen TNI untuk Misi Kemanusiaan

Kolonel Ahmad menekankan bahwa TNI berkomitmen untuk terus mendukung setiap operasi kemanusiaan secara optimal. Ini mencakup proses evakuasi dan penanganan lanjutan pascakejadian, serta memperkuat sinergi dengan seluruh unsur terkait untuk memastikan keselamatan masyarakat dan keberhasilan misi pencarian dan pertolongan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga