Malaysia Konfirmasi Warga Negaranya Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di Kalimantan Barat
Otoritas Malaysia telah mengonfirmasi bahwa satu warganya menjadi korban dalam kecelakaan helikopter dengan nomor registrasi PK-CFX yang terjadi di hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Kementerian Luar Negeri Malaysia, melalui Konsulat di Pontianak, menyatakan hal ini dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis pada Sabtu, 18 April 2026.
Detail Kecelakaan dan Identitas Korban
Helikopter tersebut, yang dioperasikan oleh sebuah perusahaan penerbangan lokal, dilaporkan hilang kontak tak lama setelah lepas landas dari Kabupaten Melawi menuju Kabupaten Kubu Raya. Puing-puing helikopter kemudian ditemukan di kawasan hutan terpencil di Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.
Korban diidentifikasi sebagai Patrick Kee Chuan Peng, seorang warga negara Malaysia yang menjabat sebagai Chief Operating Officer di KPN Plantations. Ia berada di Kalimantan Barat untuk urusan pekerjaan saat kecelakaan tragis ini terjadi. Saat ini, penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang Indonesia.
Koordinasi dan Bantuan Konsuler
Konsulat Malaysia di Pontianak telah memberikan bantuan konsuler yang diperlukan kepada keluarga korban. Selain itu, mereka berkoordinasi erat dengan:
- Otoritas Indonesia untuk proses pemulihan dan identifikasi jenazah.
- Perusahaan tempat korban bekerja, KPN Plantations, untuk dukungan logistik.
- Keluarga korban di Malaysia untuk memfasilitasi pemulangan jenazah.
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Malaysia menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Mereka menegaskan komitmen untuk terus bekerja sama dengan pihak Indonesia dalam penyelidikan lebih lanjut.
Insiden ini menambah daftar kecelakaan transportasi udara di Indonesia, yang kini menjadi perhatian serius bagi otoritas keselamatan penerbangan. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mendukung upaya penyelidikan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.



