Karina Ranau Trauma Berat Usai Alami Penganiayaan, Belum Berani Temui Pelaku
Karina Ranau Trauma Berat Usai Alami Penganiayaan

Karina Ranau, istri mendiang Epy Kusnandar, mengaku masih dilanda trauma mendalam setelah mengalami dugaan penganiayaan di tempat usahanya. Peristiwa tersebut meninggalkan guncangan psikis yang begitu kuat, sehingga ia belum berani bertatap muka dengan pelaku.

Trauma Masih Membekas

“Ketemu terakhir waktu di warung gitu karena saya masih trauma, masih apa ya, keguncangan saya masih ada di depan mata saya,” kata Karina saat ditemui di Polsek Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2026).

Karina mengaku bahwa bayangan kejadian penganiayaan itu masih jelas terlihat di matanya. Hal ini membuatnya enggan untuk bertemu dengan pelaku yang diduga melakukan tindakan kekerasan terhadapnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Rencana Konsultasi ke Psikolog

Akibat trauma yang dialami, Karina Ranau sempat berencana untuk mendatangi psikolog guna memulihkan kondisi psikologisnya. Ia menyadari bahwa dampak psikis dari peristiwa tersebut tidak bisa diabaikan begitu saja.

“Saya tadinya mau ke psikolog, tapi belum sempat. Mungkin nanti,” ujarnya.

Karina berharap dengan bantuan profesional, ia bisa segera pulih dari trauma dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa.

Proses Hukum Berjalan

Karina Ranau diketahui mendatangi Polsek Pancoran untuk mengurus kelanjutan kasus dugaan penganiayaan yang menimpanya. Ia berharap proses hukum berjalan transparan dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal.

“Saya serahkan semuanya ke polisi. Yang penting saya ingin keadilan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga