Seorang mahasiswa berinisial Z (21) menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekitar 20 pria bersenjata tajam di Palembang, Sumatera Selatan. Peristiwa terjadi pada Minggu (5/7) dini hari sekitar pukul 04.10 WIB di Jalan KH Azhar, Lorong Sungai Aur, Jembatan Dam. Korban dituduh sebagai begal oleh kelompok tersebut sebelum akhirnya babak belur dikeroyok.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan korban, saat itu ia sedang duduk bersama seorang rekannya di lokasi kejadian. Tiba-tiba, sekelompok orang tak dikenal mendatangi mereka sambil berteriak 'begal'. Teriakan itu membuat korban dan temannya panik dan berusaha melarikan diri. Namun, korban tidak berhasil kabur dan justru menjadi sasaran amuk massa.
"Teman saya berhasil melarikan diri, sedangkan saya tertinggal lalu dikeroyok oleh sekitar 20 orang," ujar korban kepada petugas. Korban mengaku para pelaku membawa senjata tajam dan memukulinya tanpa ampun.
Luka yang Diderita Korban
Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami sejumlah luka serius. Di antaranya luka robek di kepala bagian kanan, gigi depan atas patah, bibir pecah, luka tusuk di tangan kiri bagian belakang, serta lecet pada ibu jari kiri. Korban segera dilarikan ke RS Bari Palembang untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Setelah kondisinya stabil, korban melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Palembang. "Saya berharap para pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku," harapnya.
Polisi Masih Selidiki
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku. Belum ada keterangan resmi dari Polrestabes Palembang mengenai perkembangan kasus ini. Kejadian ini menambah daftar panjang aksi main hakim sendiri yang terjadi di wilayah Sumatera Selatan.
Pengeroyokan dengan tuduhan begal kerap terjadi di Palembang. Masyarakat diimbau untuk tidak bertindak sendiri dan segera melapor ke pihak berwajib jika melihat aksi kriminal. Korban sendiri masih menjalani perawatan di rumah sakit dan diharapkan segera pulih.



