Intel Polisi Masuk Kampus UMY, Wakil Rektor Buka Suara
Intel Polisi Masuk Kampus UMY, Wakil Rektor Buka Suara

Intel Polisi Masuk Kampus UMY, Wakil Rektor Buka Suara

Pihak Rektorat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) akhirnya angkat bicara mengenai insiden anggota intelijen kepolisian yang memasuki area kampus setelah mahasiswa selesai berdemonstrasi pada Rabu (17/6) kemarin. Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Zuly Qodir, tidak menyangkal adanya peristiwa tersebut.

Menurut Zuly, seorang anggota Intel Polda DIY terlihat memasuki lingkungan kampus setelah rombongan mahasiswa kembali dari aksi unjuk rasa di Titik Nol Kilometer, Kota Yogyakarta, Rabu sore. Kehadiran anggota intel itu sempat menjadi perhatian mahasiswa yang berada di lokasi.

“Saya menekankan kepada mahasiswa bahwa berdialog jauh lebih penting daripada menggunakan kekuatan fisik. Menggunakan akal sehat dan kejernihan pikiran adalah cara terbaik untuk menyelesaikan persoalan,” kata Zuly dalam keterangan yang diterima pada Kamis (18/6).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Kejadian

Zuly merinci kronologi peristiwa dari awal. Menurut dia, aksi para mahasiswa kampusnya di Titik Nol Km dimulai sekitar pukul 13.30 WIB. Pihak universitas memberikan izin pelaksanaan aksi dengan sejumlah ketentuan, antara lain penggunaan jas almamater, penyampaian aspirasi secara tertib dan damai. Selain itu, dilakukan pendataan peserta secara menyeluruh demi memastikan keamanan selama kegiatan berlangsung.

Aksi itu pun berlangsung tertib dan menjadi ruang penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap berbagai isu sosial dan kebangsaan. Rombongan mahasiswa selanjutnya kembali ke kampus sekitar pukul 17.30 WIB.

Zuly melanjutkan, situasi kemudian berkembang ketika seorang pria berpakaian sipil diketahui berada di area kampus. Mahasiswa yang berada di lokasi pun mempertanyakan identitas dan maksud kehadirannya. Pria itu, kata Zuly, selanjutnya diketahui adalah anggota Intel Polda DIY. Ia lantas dibawa ke lingkungan Gedung Rektorat untuk diklarifikasi.

Tindakan Pimpinan Kampus

Pimpinan universitas setelah mengetahui situasi tersebut segera melakukan mediasi untuk memastikan proses penyelesaian berlangsung secara damai dan menghindari potensi gesekan. “Kami mengingatkan mahasiswa bahwa segala bentuk tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan. Kampus harus menjadi ruang yang menjunjung tinggi dialog, etika, dan penyelesaian masalah secara damai,” ujar Zuly.

Lewat proses komunikasi terbuka antara mahasiswa, pimpinan kampus, dan pihak kepolisian, anggota intelijen tersebut menjelaskan identitas serta tujuan kehadirannya. Polda DIY juga memberikan klarifikasi resmi menyangkut peristiwa tersebut dan menjemput anggotanya dari kampus. Situasi dinyatakan kondusif sekitar pukul 20.00 WIB. Seluruh pihak sepakat menyelesaikan persoalan ini secara damai, tanpa adanya tindakan kekerasan.

Hubungan UMY dan Polisi

Zuly menyampaikan, antara UMY dan kepolisian selama ini mempunyai hubungan kemitraan yang baik dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kendati demikian, penting baginya untuk selalu menjalin koordinasi dan komunikasi secara tepat dalam setiap aktivitas terkait dengan lingkungan kampus. Ia melihat peristiwa tersebut menjadi pelajaran bersama mengenai pentingnya dialog, saling menghormati kewenangan masing-masing pihak, serta menjaga kampus sebagai ruang akademik yang aman dan kondusif.

“Kami mengapresiasi kedewasaan mahasiswa dalam menyikapi situasi ini. Semua pihak akhirnya memilih jalan dialog sehingga persoalan dapat diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan konflik yang lebih besar,” pungkasnya.

Klarifikasi Polda DIY

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, sebelumnya juga telah menjelaskan bahwa anggota intel tersebut terlibat dalam surat perintah pelayanan penyampaian pendapat di muka umum pada hari Rabu. Keberadaan anggota tersebut di lokasi, kata dia, adalah bagian dari penugasan pemantauan untuk memastikan peserta aksi kembali ke kampus dengan aman dan selamat.

“Anggota yang berada di lokasi baik yang berpakaian dinas maupun tertutup merupakan bagian dari pelaksanaan pelayanan untuk mengawal dan memastikan peserta aksi kembali ke kampus dalam keadaan aman dan selamat,” jelas Ihsan dalam keterangannya, Rabu (17/6) malam.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Ihsan menyebut ada momen kesalahpahaman dan kini telah diselesaikan secara humanis, melalui komunikasi serta koordinasi yang baik dengan pihak rektorat juga mahasiswa. “Situasi saat ini kondusif, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak rektorat dan mahasiswa atas komunikasi dan koordinasi yang terjalin sangat baik sehingga kesalahpahaman ini dapat terselesaikan dengan baik, dan anggota kami telah kembali ke Polda,” ungkap Ihsan.