Polisi Polres Tabanan akhirnya mengidentifikasi jasad pria yang ditemukan dalam posisi bersimpuh dan membusuk di Hutan Sangyang, Banjar Dinas Gunung Sari Umakayu, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Korban adalah warga negara (WN) Afrika Selatan berinisial ACL (53).
Identifikasi Melalui Ponsel iPhone
Identitas korban terungkap setelah polisi menemukan sebuah ponsel iPhone 13 berwarna hitam di lokasi penemuan mayat. Dari ponsel tersebut, polisi memperoleh data Medical ID yang mengarah pada korban. "Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan barang-barang dan salah satunya berupa iPhone tersebut, ditemukan data Medical ID atas nama korban. Selanjutnya kami berkoordinasi dengan Imigrasi hingga diperoleh data izin tinggal kunjungan atas nama korban," kata Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/7).
Penelusuran Tempat Tinggal
Pihak kepolisian juga menelusuri tempat tinggal korban di Bali. Berdasarkan data Imigrasi, korban tercatat tinggal di sebuah homestay di kawasan Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Selain itu, penyelidikan juga mengarah ke penginapan di Jatiluwih. Dari keterangan pengelola, korban diketahui memesan kamar pada 9-15 Juni 2026. Namun, pada 13 Juni 2026 korban meninggalkan homestay tersebut dan tidak pernah kembali. Setelah masa sewa berakhir, sejumlah barang milik korban masih tertinggal di kamar.
"Terdapat beberapa barang yang tertinggal di kamar dan beberapa barang yaitu handphone jenis iPhone dan juga macbook memiliki ID Medical yang sama dengan handphone yang ditemukan di TKP penemuan mayat MR.X tersebut," imbuhnya. Selain itu, pemilik maupun staf homestay juga mengenali tas yang ditemukan bersama jenazah sebagai milik korban.
Penyebab Kematian Masih Diselidiki
Kendati identitas korban telah diketahui, penyebab kematiannya masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan. Penyidik telah melakukan autopsi dan akan melanjutkan pemeriksaan toksikologi forensik. "Polres Tabanan juga berkoordinasi dengan pihak Imigrasi dan Konsulat Afrika Selatan untuk penanganan lebih lanjut," ujar Endrayani.
Penemuan Jasad oleh Warga
Sebelumnya, warga digegerkan dengan penemuan mayat tanpa identitas yang berlokasi di tengah Hutan Sangyang. Iptu Endrayani mengatakan jasad itu ditemukan warga pada Minggu (28/6) pagi. Kondisi mayat saat ditemukan sudah dalam keadaan membusuk. "Saksi mencium bau tidak sedap saat berada di sekitar lokasi. Setelah mencari sumber bau, saksi melihat ada sesosok tubuh manusia di dalam cekungan tanah dengan posisi bersimpuh," ujar Endrayani, Senin (29/6).



