Mantan Agen FBI Ungkap Alasan Anak Muda Jadi Target Pembajakan Konten
Mantan Agen FBI Ungkap Alasan Anak Muda Target Pembajakan

JAKARTA – Kebiasaan generasi muda yang selalu ingin mengakses konten secara cepat melalui ponsel rupanya menjadi celah yang dimanfaatkan para pelaku pembajakan. Hal ini diungkapkan oleh Larissa Knapp, mantan agen Federal Bureau of Investigation (FBI) dengan pengalaman 27 tahun yang kini berperan di Motion Picture Association (MPA) sebagai bagian dari Alliance for Creativity and Entertainment (ACE), koalisi yang memerangi pembajakan global.

Anak Muda Target Utama Pembajakan

Larissa Knapp menjelaskan bahwa anak muda menjadi kelompok yang paling banyak mengonsumsi konten bajakan. Alasannya sederhana, mereka selalu terhubung dengan ponsel dan ingin mendapatkan konten secepat mungkin, baik itu film, serial, maupun gim terbaru.

Kebiasaan Digital yang Rentan

Menurut Knapp, keinginan instan untuk menonton atau memainkan konten terbaru membuat anak muda kurang peduli terhadap legalitas. Mereka cenderung memilih situs atau aplikasi ilegal yang menawarkan akses cepat tanpa biaya. Hal ini dimanfaatkan oleh sindikat pembajakan yang terus berinovasi untuk menjebak pengguna.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Upaya ACE Memerangi Pembajakan

ACE sebagai koalisi global terus berupaya menekan angka pembajakan dengan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum dan penyedia layanan internet. Knapp menekankan pentingnya edukasi kepada generasi muda tentang dampak negatif pembajakan terhadap industri kreatif.

Dengan semakin maraknya konten digital, kesadaran hukum dan etika dalam mengakses konten menjadi krusial. Anak muda diharapkan dapat beralih ke platform legal yang meskipun berbayar, namun menjamin kualitas dan mendukung kreator.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga