Kegagalan Korea Selatan melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 memicu kekecewaan besar dari para pendukungnya. Sasaran utama kemarahan publik adalah pelatih Hong Myung-bo, yang bahkan ditolak masuk oleh sejumlah restoran dan tempat usaha di Korea Selatan sebagai bentuk protes simbolis.
Kekalahan dari Afrika Selatan
Peristiwa ini bermula saat Korea Selatan kalah melawan tim Afrika Selatan di laga terakhir fase grup pada Kamis (25/6/2026). Kekalahan dengan skor 1-0 ini membuat langkah timnas Korea Selatan terhenti dan menimbulkan protes dari suporter. Kekalahan tersebut memastikan Korea Selatan gagal melaju ke babak 32 besar, sebuah hasil yang sangat mengecewakan mengingat ekspektasi tinggi publik terhadap tim.
Protes Simbolis Terhadap Pelatih
Kemarahan publik tidak hanya berhenti pada kritik di media sosial. Sejumlah restoran dan tempat usaha di Korea Selatan secara terang-terangan menolak melayani Hong Myung-bo. Tindakan ini merupakan bentuk protes simbolis yang mencerminkan kekecewaan mendalam masyarakat terhadap kinerja pelatih. Beberapa pemilik usaha bahkan memasang pengumuman di depan pintu yang menyatakan larangan masuk bagi Hong Myung-bo.
Dampak Terhadap Timnas
Kekalahan ini juga memicu pertanyaan besar mengenai masa depan timnas Korea Selatan. Banyak pengamat sepak bola menilai bahwa kegagalan ini merupakan pukulan telak bagi perkembangan sepak bola Korea Selatan. Suporter menuntut evaluasi menyeluruh terhadap strategi dan manajemen tim. Tekanan terhadap Hong Myung-bo semakin besar, dan spekulasi mengenai penggantinya mulai merebak.
Menurut laporan media lokal, Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) dikabarkan akan menggelar rapat darurat untuk membahas hasil buruk ini. Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari KFA mengenai nasib Hong Myung-bo. Publik menanti langkah cepat dari federasi untuk memulihkan kepercayaan terhadap timnas.



