Dari Fobia Air hingga Juara Lari: Kisah Namira Sasikirana
Dari Fobia Air hingga Juara Lari: Kisah Namira Sasikirana

Namira Sasikirana, siswi kelas 11 Alta Global School (AGS), membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya. Berawal dari ketakutan terhadap air dan cedera panjang, ia justru meraih prestasi gemilang sebagai pelari jarak menengah tingkat DKI Jakarta. Ketertarikannya pada olahraga telah tumbuh sejak sekolah dasar, dimulai dari klub renang untuk melawan fobia air, lalu beralih ke basket, hingga akhirnya menemukan panggilannya di trek lari pada pertengahan 2025.

Awal Mula di Dunia Lari

Awalnya, Namira hanya berniat menemani ibunya berlatih untuk persiapan half marathon. Namun, seorang pelatih melihat potensinya di cabang atletik, khususnya lari jarak menengah, dan mendorongnya untuk serius menekuni olahraga ini. Keputusan itu menjadi titik balik dalam hidupnya.

Bangkit dari Cedera

Perjalanan Namira tidak instan. Menjelang Kejuaraan Atletik Pelajar Bulanan (KAPB), ia mengalami cedera lutut dan pergelangan kaki akibat teknik lari serta penggunaan sepatu yang kurang sesuai. Pergelangan kakinya membengkak, memaksanya beristirahat panjang. “Aku sempat ingin memaksakan diri untuk tetap latihan, tapi justru kondisinya makin parah. Dari situ aku belajar bahwa tidak semua hal harus dipaksakan,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (1/7/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kompetisi Pertama yang Menegangkan

Meski baru pulih, Namira tetap mengikuti KAPB pertamanya pada nomor lari 1.500 meter. Dengan rasa cemas dan keraguan, ia berusaha memberikan yang terbaik. “Aku sempat minder karena banyak peserta lain yang terlihat lebih berpengalaman. Sebelum start, aku juga overthinking dan bertanya-tanya, ‘kalau aku enggak bisa finish gimana?’,” kenangnya. Dukungan keluarga, pelatih, dan teman-teman menjadi motivasi hingga garis akhir.

Prestasi dan Pelajaran Berharga

Pada kompetisi pertamanya, Namira berhasil meraih juara dua tingkat Jakarta Selatan. Pengalaman ini mengubah cara pandangnya terhadap proses dan tantangan. Ia mulai memahami pentingnya strategi, pengaturan ritme lari, serta evaluasi diri usai perlombaan. Kini, Namira terus berlatih untuk meraih prestasi lebih tinggi, membuktikan bahwa batas diri hanyalah awal dari lompatan besar.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga