Ranking dunia BWF mengalami perubahan setelah Macau Open 2026 rampung. Ganda putra Indonesia, Devin Artha Wahyudi dan Ali Faathir Rayhan, mencatatkan final BWF World Tour Super 300 pertama mereka di turnamen tersebut. Pencapaian ini mendongkrak peringkat mereka di papan ranking BWF, meskipun harus puas sebagai runner-up.
Final Pertama di Level Super 300
Devin/Faathir sebelumnya hanya pernah menjuarai turnamen level Super 100, yakni Odisha Masters 2025, dan mencapai perempat final Kejuaraan Asia 2026. Final Macau Open 2026 menjadi tonggak sejarah baru bagi pasangan muda ini. Sayangnya, mereka gagal membawa pulang gelar setelah dikalahkan oleh wakil Korea Selatan, Jin Yong/Lee Jong-Min, dalam pertandingan yang berlangsung sengit.
Dampak pada Peringkat Dunia
Kenaikan peringkat Devin/Faathir tidak hanya menguntungkan mereka secara individu, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di sektor ganda putra. Persaingan di level atas semakin ketat dengan munculnya pasangan-pasangan baru dari berbagai negara. Hasil Macau Open 2026 menjadi modal berharga bagi Devin/Faathir untuk menghadapi turnamen-turnamen selanjutnya.
Meskipun belum meraih gelar, konsistensi dan performa mereka di turnamen internasional patut diapresiasi. Dengan pengalaman final pertama di level Super 300, diharapkan Devin/Faathir dapat terus meningkatkan kemampuan dan bersaing di level yang lebih tinggi.



