Jari tangan menunjuk ke langit hingga gerakan 'siuuu' adalah bentuk selebrasi yang lazim dilakukan pemain sepak bola saat mencetak gol. Namun, selebrasi yang dilakukan striker Timnas Iran, Mohammad Mohebi, saat membobol gawang Selandia Baru di pertandingan Piala Dunia 2026 di Stadion SoFi, Los Angeles, Amerika Serikat, pada Senin (15/6/2026), memicu kontroversi.
Selebrasi yang Menuai Perdebatan
Berbeda dengan selebrasi pada umumnya, pemain berusia 27 tahun itu melakukan gerakan yang menyerupai simbol mengacungkan pistol. Aksi tersebut sontak menjadi perdebatan sengit di media sosial. Banyak warganet yang mempertanyakan etika selebrasi tersebut, mengingat konteks kekerasan senjata api yang sensitif di Amerika Serikat.
Tidak hanya itu, beredar kabar bahwa Mohebi dideportasi oleh Pemerintah Amerika Serikat imbas dari tindakannya itu. Informasi ini menyebar luas dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform.
Fakta di Balik Isu Deportasi
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang Amerika Serikat maupun Federasi Sepak Bola Iran mengenai deportasi Mohebi. Sumber dari internal timnas Iran yang enggan disebutkan namanya menyatakan, "Mohammad masih bersama tim dan tidak ada masalah dengan imigrasi. Isu deportasi tidak benar."
Pertandingan tersebut merupakan bagian dari kualifikasi Piala Dunia 2026. Mohebi mencetak gol pada menit ke-67 dan langsung melakukan selebrasi yang kemudian viral. Wasit tidak memberikan kartu atau sanksi langsung kepada Mohebi saat itu.
Dampak dan Reaksi Publik
Insiden ini kembali membuka diskusi tentang batasan selebrasi dalam sepak bola. Beberapa pihak menilai selebrasi tersebut tidak pantas karena menyimbolkan kekerasan. Sementara itu, pendukung Mohebi berdalih bahwa gerakan itu hanyalah ekspresi spontan tanpa maksud negatif.
Media sosial dipenuhi dengan tagar #Mohebi dan #SelebrasiPistol, dengan lebih dari 50.000 cuitan dalam 24 jam pertama. Akun resmi Timnas Iran belum memberikan komentar resmi.
Hingga saat ini, Mohebi masih berada di Los Angeles bersama skuad Iran dan dipersiapkan untuk pertandingan berikutnya. Tidak ada indikasi bahwa ia akan dideportasi atau mendapatkan sanksi dari FIFA terkait selebrasinya.



