Guru SLB di Yogyakarta Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Pelecehan Seksual
Seorang guru sekolah luar biasa di Yogyakarta kini menghadapi laporan polisi setelah diduga melakukan pelecehan seksual terhadap siswi difabel. Kasus ini telah dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polresta Jogja oleh keluarga korban.
Laporan Resmi dan Dugaan Kejadian
Kuasa hukum korban, Hilmi Miftazen, mengonfirmasi bahwa laporan resmi telah diajukan. "Pelaporan ini adalah dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru di salah satu sekolah luar biasa di Yogyakarta," jelas Hilmi seperti dikutip dari detikJogja pada Jumat, 20 Februari 2026.
Menurut informasi yang diungkapkan, kejadian ini diduga terjadi pada periode November hingga Desember 2025. Siswi korban baru menceritakan tindakan tidak etis gurunya kepada keluarganya setelah beberapa waktu, yang kemudian memicu laporan ke pihak berwajib.
Hilmi menekankan bahwa korban mengalami trauma psikologis yang signifikan akibat kejadian tersebut. Hal ini menjadi perhatian utama dalam proses hukum yang sedang berjalan.
Respons Aparat Penegak Hukum
Kanit PPA Satreskrim Polresta Jogja, Ipda Apri Sawitri, mengakui bahwa laporan telah diterima. "Iya sudah, laporan sudah masuk. Perbuatan cabul terhadap anak. Nanti kalau sudah jadi LP baru nanti saya konfirmasi lagi sama teman-teman ya. Ditunggu aja LP-nya ya," kata Apri.
Proses penyelidikan masih dalam tahap awal, dengan polisi menunggu penyelesaian laporan pemeriksaan sebelum memberikan keterangan lebih lanjut.
Klarifikasi dari Dinas Pendidikan
Sementara itu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta tengah melakukan penelusuran mendalam terkait kabar ini. Kepala Disdikpora DIY, Suhirman, menyatakan bahwa pihaknya sedang dalam tahap klarifikasi.
"Dari hasil klarifikasi, ya mengakunya sudah, tapi kita nanti tahap dulu, belum sampai pada LHP. Info dari orang tuanya begitu, tapi kami juga akan mendalami secara detail supaya tidak salah," jelas Suhirman.
Langkah-langkah yang akan diambil meliputi:
- Koordinasi dengan atasan langsung dan kepala sekolah terkait
- Pendalaman data lebih lanjut oleh Disdikpora DIY
- Pembentukan tim khusus untuk menyusun laporan hasil pemeriksaan
Suhirman mengaku telah menerima beberapa informasi awal, namun belum dapat merinci detail kejadian karena proses pemeriksaan masih berlangsung. "Kami akan memproses dengan hati-hati untuk memastikan keadilan bagi semua pihak," tambahnya.
Kasus ini menyoroti pentingnya perlindungan ekstra bagi siswa difabel di lingkungan pendidikan. Masyarakat menunggu perkembangan lebih lanjut dari penyelidikan polisi dan Disdikpora DIY.



