Salma Nadhifah Hasna Khairiyyah (19) menjadi salah satu mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) yang memiliki kisah perjuangan mengharukan. Ia diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, meskipun harus menghadapi cobaan berat setelah ayahnya meninggal dunia pada tahun 2021.
Perjuangan Ibu dan Prestasi Salma
Sejak kepergian sang ayah, ibu Salma, Riyanti (48), berjuang seorang diri untuk memastikan pendidikan anaknya tidak terputus. Dengan kerja keras dan dukungan moral, Salma terus berprestasi di sekolah hingga akhirnya berhasil meraih kursi di salah satu kampus terbaik di Indonesia.
“Ibu selalu bilang, pendidikan itu penting. Meskipun bapak sudah tidak ada, saya harus tetap semangat belajar,” ujar Salma saat diwawancarai.
Diterima di UGM Lewat SNBP
SNBP merupakan jalur seleksi nasional berdasarkan prestasi akademik dan non-akademik siswa. Salma berhasil memenuhi kriteria dan dinyatakan lolos sebagai mahasiswa baru UGM. Keberhasilannya ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga, terutama ibunya yang selama ini berjuang sendirian.
“Saya sangat bersyukur dan terharu. Perjuangan ibu tidak sia-sia,” tambah Salma.
Harapan untuk Masa Depan
Salma berencana mengambil program studi yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Ia berharap dapat menyelesaikan studi dengan baik dan nantinya bisa membantu perekonomian keluarga. Kisah Salma menjadi inspirasi bagi banyak calon mahasiswa lain yang menghadapi keterbatasan ekonomi maupun kehilangan orang tua.
UGM sendiri terus berkomitmen memberikan kesempatan kepada siswa berprestasi dari berbagai latar belakang melalui jalur SNBP dan program beasiswa lainnya.



