Seorang perempuan bernama Endiah berhasil meraih gelar doktor di bidang rekayasa nuklir dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada usia 62 tahun. Prestasi ini menjadi bukti bahwa semangat belajar tidak mengenal usia. Endiah menyelesaikan studi doktoralnya setelah melalui perjalanan akademik yang panjang dan penuh tantangan.
Perjalanan Akademik Endiah
Endiah memulai studi doktoralnya di Program Studi Rekayasa Nuklir ITB dengan fokus penelitian pada pemanfaatan teknologi nuklir untuk bidang kesehatan. Disertasinya membahas tentang pengembangan radiofarmaka untuk diagnosis dan terapi kanker. Meskipun usianya sudah tidak muda lagi, Endiah menunjukkan dedikasi dan ketekunan yang luar biasa dalam menyelesaikan penelitiannya.
Tantangan yang Dihadapi
Selama menempuh studi, Endiah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan waktu karena harus membagi peran sebagai mahasiswa dan ibu rumah tangga, hingga kesulitan dalam memahami konsep-konsep fisika nuklir yang kompleks. Namun, dengan dukungan keluarga dan dosen pembimbing, ia berhasil melewati semua hambatan tersebut.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Keberhasilan Endiah meraih gelar doktor di usia 62 tahun menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama generasi muda, untuk terus belajar dan mengembangkan diri tanpa batasan usia. Endiah berharap kisahnya dapat memotivasi masyarakat Indonesia untuk tidak pernah berhenti mengejar ilmu pengetahuan.
Pesan dari Endiah
Dalam wawancaranya, Endiah menyampaikan pesan bahwa pendidikan adalah investasi seumur hidup. Ia mendorong semua orang, tanpa memandang usia, untuk berani mengambil langkah dalam meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan. Endiah juga menekankan pentingnya ketekunan dan kerja keras dalam meraih impian.
Dukungan ITB
ITB sebagai institusi pendidikan turut memberikan apresiasi atas pencapaian Endiah. Pihak kampus menyatakan bahwa Endiah adalah contoh nyata dari semangat lifelong learning yang menjadi salah satu nilai utama di ITB. Keberhasilan Endiah juga menunjukkan bahwa program doktoral di ITB terbuka bagi siapa saja yang memiliki tekad kuat.
Dengan diraihnya gelar doktor ini, Endiah berencana untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang rekayasa nuklir untuk aplikasi medis. Ia berharap dapat berbagi pengetahuan dan pengalamannya dengan generasi penerus bangsa.



