Mahasiswa Unair Tempuh Dua Skripsi Berbeda: Kedokteran Hewan dan Arsitektur
Mahasiswa Unair Tempuh Dua Skripsi Berbeda

Membuat skripsi atau laporan praktikum saja sudah cukup membuat mahasiswa begadang semalaman. Bayangkan jika harus mengerjakan dua skripsi untuk dua jurusan yang sama sekali tidak ada hubungannya, yaitu Jurusan Kedokteran Hewan dan Arsitektur.

Bagi sebagian besar mahasiswa, menuntaskan satu jurusan saja sudah menguras energi. Namun, bagi Dhia Hana Putri Saraswati, menjalani dua dunia yang tampak bertolak belakang ini adalah rutinitas hariannya. Perempuan asal Surabaya ini memilih menempuh dua pendidikan tinggi sekaligus di Universitas Airlangga (Unair).

Dua Jurusan Berbeda, Satu Semangat

Dhia mengambil program studi Kedokteran Hewan dan Arsitektur secara bersamaan. Kedua bidang ini memang sangat berbeda, namun ia mampu mengatur waktu dan fokus untuk keduanya. Menurut Dhia, tantangan terbesar adalah menyesuaikan pola pikir antara ilmu sains dan seni desain.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Manajemen Waktu yang Ketat

Untuk bisa menjalani dua skripsi sekaligus, Dhia harus memiliki manajemen waktu yang sangat baik. Ia membagi hari-harinya secara khusus untuk masing-masing jurusan. Misalnya, pagi hari untuk praktikum kedokteran hewan dan sore hari untuk studio arsitektur.

"Tidak jarang saya harus begadang untuk menyelesaikan tugas dari kedua jurusan. Tapi saya sudah terbiasa sejak awal kuliah," ujar Dhia.

Dukungan dari Lingkungan

Dhia mengaku mendapat dukungan penuh dari dosen dan teman-temannya di kedua jurusan. Mereka memahami kondisinya dan sering membantu saat ia mengalami kesulitan. "Saya bersyukur memiliki lingkungan yang suportif," tambahnya.

Kisah Dhia menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk tidak takut mengejar mimpi meskipun harus menghadapi tantangan besar. Dengan kerja keras dan dedikasi, segala sesuatu mungkin tercapai.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga