Kisah Haru Muhammad Novareza Sayyid Pratama Lulus SNBP UGM
KOMPAS.com – Tumbuh tanpa kehadiran orangtua kandung tidak menghalangi tekad Muhammad Novareza Sayyid Pratama, yang akrab disapa Reza (19), dalam mengejar pendidikan tinggi. Pemuda asal Sleman, Yogyakarta ini berhasil diterima di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026.
Diasuh Kakek dan Nenek sejak Kecil
Sejak perceraian orangtuanya, Reza tinggal bersama kakek dan neneknya. Mereka menempati sebuah rumah sederhana di atas tanah kas desa seluas 80 meter persegi di Sendowo, Mlati, Sleman, Yogyakarta. Rumah itu dihuni oleh Reza, kakek Surono (69), nenek Amin Juminem (69), serta dua anggota keluarga lainnya.
Perjuangan Ekonomi Sang Kakek dan Nenek
Kakek Reza, Surono, bekerja sebagai tukang parkir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, sang nenek, Amin Juminem, bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) dengan penghasilan sekitar Rp 600.000 per bulan. Meski kondisi ekonomi pas-pasan, mereka tetap berusaha mendukung pendidikan Reza.
Keberhasilan Reza menembus UGM menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk meraih mimpi. Dengan dukungan penuh dari kakek dan neneknya, Reza mampu bersaing di jalur prestasi dan lolos seleksi. Kisah ini menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa semangat dan kerja keras dapat mengatasi segala rintangan.



